Tisu Basah Picu Alergi Anak

Ilustrasi

DINILAI praktis dan ringkas, tak sedikit orang tua memilih menggunakan tisu basah untuk membersihkan bekas buang air kecil dan buang air besar bayi. Tahukah, ternyata kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk pada kesehatan sang buah hati. Kok bisa?
Berdasarkan penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, alergi meningkat dan memengaruhi antara empat hingga enam persen anak-anak. Hanya dalam sepuluh tahun sejak 1997 hingga 2007, prevalensi alergi makanan telah meningkat sebesar 18 persen di antara anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Meskipun alergi pada anak kecil lebih umum, tetapi tidak jelas apa penyebabnya. Ada yang mengatakan itu bisa menjadi genetika. Yang lain mengklaim bahwa hal ini berkaitan dengan paparan alergen pada anak-anak. Dan itu bisa menjadi kombinasi beberapa faktor.
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology oleh Northwestern Medicine kini telah menemukan satu hubungan potensial antara alergi makanan, genetika dan paparan kulit pada anak-anak.
Alergi bisa dipicu jika bayi memiliki gen yang mengubah daya serap kulit mereka dan orang tua menggunakan tisu yang meninggalkan sabun pada kulit. Ketika ini terjadi, sabun bisa membuat kulit lebih keropos, mengekspos ke alergen dalam debu dan alergen dalam makanan.
“Ini adalah resep untuk mengembangkan alergi makanan,” kata pemimpin studi, Joan Cook-Mills, seorang profesor imunologi alergi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, seperti dilansir laman MSN. “Ini adalah kemajuan besar dalam pemahaman kita tentang bagaimana alergi makanan dimulai sejak awal kehidupan,” jelas Cook-Mills.
Pertama, kulit bayi itu sangat sensitif terhadap alergen. Ketika mutasi genetik membuat hambatan kulit anak sangat tipis, tisu bayi (yang meninggalkan lapisan tipis sabun) bisa mengganggu lapisan lipid yang biasanya memberikan perlindungan.
Bayi tidak terkena langsung alergen melalui makan makanan, tentu saja, tetapi mereka sering terkena melalui debu di rumah dan melalui sentuhan. Misalnya, jika orang tua atau saudara baru saja memegang kacang tanah, mereka dapat mentransfer sejumlah kecil makanan itu ke kulit bayi yang kemudian bisa diserap.
Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi. Cook-Mills menyarankan untuk mengurangi paparan dengan mencuci tangan Anda sebelum mengurus bayi Anda. Selain itu, batasi penggunaan tisu bayi dan setelah mandi. Bilas sabun dengan banyak air bersih. (fny)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!