TKI Ikuti Ujian Bahasa Korea

164
Ilustrasi

JAKARTA – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Salah satunya, penguasaan bahasa asing. Dengan menggandeng perguruan tinggi (PT), BNP2TKI menggelar ujian bahasa Korea dengan Employment Permit System Test Of Profiency in Korea (EPS-TOPIK).
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan, Employment Permit System (EPS) Point System menuntut calon TKI (CTKI) wajib mengikuti tes pertama dan kedua secara objektif. Mereka yang dinyatakan lulus akan mengikuti tes tentang budaya, lingkungan dan bahasa dalam pre-eliminary education (pembekalan akhir pemberangkatan). “Dengan serangkaian tes dan kursus, kami ingin TKI memiliki kemampuan dan memperoleh lapangan pekerjaan yang tepat,” kata Nusron Wahid, beberapa waktu lalu.
Nusron menyebutkan, jumlah calon TKI untuk bekerja di Korea sangat tinggi. Jumlah pendaftar melalui sistem online BNP2TKI hingga akhir Maret 2017 mencapai 31.803 orang, tetapi yang lolos verifikasi dokumen pendaftaran berjumlah 30.115 orang. “Sebagian pendaftar tertolak karena tidak terpenuhinya syarat umur, identitas tidak jelas dan tidak hadir saat verifikasi di BP3TKI atau LP3TKI,” bebernya.
Pada tahun ini, sedikitnya 30.109 calon tenaga kerja akan mengikuti tes EPS-TOPIK yang diselenggarakan di empat kota, yakni di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Perguruan tinggi yang dilibatkan di antaranya Universitas Sebelas Maret di Solo, Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) di Bandung, Universitas Esa Unggul di Jakarta dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya. “EPS-TOPIK akan memberikan penilaian yang obyektif secara kualitas baik kemampuan bahasa maupun keterampilan dan kompetensi TKI,” tegasnya.
Wakil Rektor II Universitas Sebelas Maret Moch Jamin mengaku siap menjadi fasilitator dalam pelaksanaan EPS-TOPIK. Menurut Jamin, pihaknya akan menjadi fasilitator untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Tes kita laksanakan 2 tahap, sejak 1 April hingga hari ini (kemarin, Red). Untuk bisa lulus, calon TKI harus mendapat nilai sesuai standar yang ditentukan,” ujarnya. (nas/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!