Tolak Akuisisi Pertagas ke PGN

JUMPA PERS: FSPPB Indonesia menggelar jumpa pers kepada media terkait rencana akuisi Pertagas ke PGN. Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Proses akuisisi PT Pertagas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) sepertinya menuai protes. Sebab karyawan PT Pertamina (persero) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Indonesia memberi sinyal menolak. Bahkan, anggota FSPPB yang berjumlah sebanyak 7.800 orang bakal menggelar aksi turun ke jalan hingga penyetopan produksi minyak jika pelaksanaan akuisisi tersebut tetap berlangsung.
Ketua FSPPB Indonesia, Diki Firmansyah, mengatakan, Pertagas yang telah dibangun susah payah oleh Pertamina dan merupakan 100 persen milik negara harus diakuisisi oleh PGN yang 43 persen kepemilikan sahamnya sebagian besar dikuasai asing. Proses akuisisi ini sama saja menjual aset negara kepada pihak asing dan juga melanggar amanah UUD 1945 Pasal 33 ayat 2.
“Sudah jelas jika pengelolaan hasil bumi dan kekayaan negara lainnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Nah, bagaimana bisa itu dilakukan kalau perusahaan yang mengelola itu dikuasai oleh asing,” ujar Diki saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Serikat Pekerja Pertamina (SPP) Refinery Unit (RU) III – FSPPB di Komperta Plaju, kemarin (7/7).
Proses akuisisi tersebut ditudingnya sarat akan kepentingan sekelompok orang tertentu. Terlebih lagi, Pertagas selama ini merupakan perusahaan yang sehat dan memiliki proyeksi keuntungan yang baik. Bahkan, valuasinya di pasar saham lebih tinggi jika dibandingkan dengan PGN.
“Skema akuisisi membuat saham Pertagas berpotensi divaluasi menjadi lebih rendah. Sementara, nilai saham PGN yang sempat turun tiba-tiba menguat dan dinyatakan sanggup untuk melakukan akuisisi. Artinya kan sudah ada skenario diluar mekanisme aturan untuk memuluskan rencanan ini,” kata Diki sembari mengatakan telah melaporkan proses akuisisi tersebut ke KPK untuk diawasi.
Diki menerangkan proses akuisisi juga dianggap terlalu terburu-buru. Sebab, prosesnya saat ini masih dalam tahap Conditional Sales & Puschase Agreement (CSPA). “Seharusnya jika direncanakan dengan matang, prosesnya sudah dalam tahap Sales Puschase Agreement. Tidak conditional lagi,” bebernya.
Diki meminta kepada manajemen Pertamina untuk mendengar aspirasi dari karyawan Pertamina. Jika tidak, pihaknya bakal melakukan aksi turun ke jalan dan mengerahkan 7.800 anggota SPPB di 19 cabang di Indonesia untuk menghentikan sementara proses produksi perusahaan. “Penghentian sementara produksi tentunya bakal mengganggu pasokan BBM di seluruh Indonesia. Kami harap dan berdoa, hal ini tidak terjadi dan perusahaan bisa mendengar aspirasi kami,” katanya.
Sementara itu, Plt Ketua SPP RU III, Yuchnaidi menjelaskan akuisisi Pertagas oleh PGN juga bakal berdampak terhadap kelangsungan para pekerja Pertagas. Saat ini saja, sudah banyak laporan dari anggota serikat pekerja di Pertagas dimana pergerakan organisasinya dibekukan. Anggota serikat pekerjanya tidak memiliki kesempatan untuk berkarir ataupun dibuat tidak betah dengan pindah bagian.
“Dari awal saja, pekerja sudah dibuat tidak diuntungkan dengan situasi rencana akuisisi ini. Apalagi jika nantinya benar-benar terealisasi,” ucapnya. (kos/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!