Top… Dua Universitas ini Wakili Sumsel Siaran Asian Games

Erick Thohir (tujuh dari kanan). foto: istimewa

JAKARTA – Sungguh beruntung Universitas Sriwijaya dan Universitas Bina Dharma Palembang. Kedua perguruan tinggi ini memiliki peran penting dalam Sukseskan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Bersama delapan perguruan tinggi lainnya di Indonesia, mereka dipercaya menjadi penyetok mahasiswa untuk terlibat dalam program siaran selama multieven elite Asia ini yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Delapan perguruan tinggi lainnya yang terlibat dalam program broadcast adalah enam perguruan tinggi di Jakarta, seperti BINUS University, London School of Public Relations, Universitas Moestopo, STIKOM InterStudi, Universitas Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara dan dua lagi dari Bandung. Yakni Universitas
Komputer (UNIKOM) dan Universitas Padjadjaran. Mahasiswa dari 10 perguruan tinggi ini dikumpulkan untuk sukseskan Program Broadcast Legacy yang diinisiasi Departemen Broadcast Panpel Asian Games alias INASGOC.

“Penyelenggaraan Asian Games 2018 harus bisa dirasakan seluruh masyarakat. Saya melihat, banyak sekali program Asian Games yang harus turun ke masyarakat. Harapannya, kegiatan ini bisa meninggalkan jejak yang bermanfaat sehingga banyak generasi muda Indonesia bisa mendunia. Program Broadcast Legacy menjadi salah satu sarana tepat bagi mereka yang berbakat dan bisa membantu karir di masa depan. Universitas ini terpilih karena memiliki jurusan broadcast dan ada di tempat pelaksanaan Asian Games 2018,” ungkap Ketua INASGOC Erick Thohir dalam acara 2018 Broadcast Legacy Progamme Press Briefing di Markas INASGOC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/1).

Baca Juga :  Pencuri Tabung Gas ini Ditangkap

Program Broadcast Legacy Asian Games 2018 ini, INASGOC menggandeng International Games Broadcast Services (IGBS). Perusahaan broadcast dari Swiss ini ditunjuk sebagai host broadcaster selama Asian Games 2018. Selama Asian Games, ada 38 cabang olahraga yang akan disiarkan langsung dari venue. Nah, melalui Program Broadcast Legacy, membuka kesempatan besar bagi generasi muda Indonesia untuk mengambil peran pada siaran ajang multievent olahraga.

“Karena tidak tahu kedepan kita akan mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah multieven, bisa saja Olimpiade. Mereka inilah yang akan menjadi penerus kita ke depan. Adik-adik mahasiswa harus serius. Daya juang harus tinggi dan jangan malu bertanya. Ini kesempatan menyerap ilmu dari pakarnya. Mereka akan jadi ujung tombak broadcast selama Asian Games,” ucap Bos klub sepak bola asal Italia, Inter Milan ini.

Dijelaskan Erick, ada dua kegiatan utama di Program Broadcast Legacy ini, yakni kompetisi pembuatan film pendek (vignette) dalam rangka mempromosikan Asian Games 2018. Ada empat tema yang sudah ditentukan, yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching dan Preparing for Triumph. Karya yang terpilih akan dipoles lebih jauh dengan bantuan produser dan editor film asal Inggris untuk kemudian ditayangkan dalam acara premiere khusus di Jakarta serta disebar dalam rangka promosi Asian Games 2018 ke seluruh dunia.

Baca Juga :  Tronton Pecah Ban, Macet 16 km

Kemudian satu lagi kesempatan magang bersama tim IGBS selama Games Times. Untuk kegiatan magang bersama IGBS menyediakan 10 posisi yang menarik. Para mahasiswa berkesempatan magang sebagai asisten kamera, audio, teknisi, hingga asisten logistik selama Asian Games 2018 berlangsung. Untuk pendaftaran mengikuti dua kegiatan
tersebut, silahkan kunjungi situs, http://asiangames2018.igbs.tv/legacy. Program ini diharapkan diikuti 500 mahasiswa. Saat ini, pendaftaran masih 150 peserta. Harapannya saat pendaftaran ditutup pada 5 Februari, pendaftar mencapai 1.000 mahasiswa. Dengan begitu harapannya nanti bisa diseleksi menjadi 500. Mulai Mei nanti akan diadakan training. “Untuk program ini kami tidak akan biarkan mahasiswa pulang dengan tangan kosong. Pengalaman luar biasa yang pasti. Dan sertifikat dari kami. Kemudian ada dana untuk transportasi. Dengan program ini kami berharap generasi muda negeri ini bisa mengembangkan karir di industri siaran olahraga Asia dan dunia,” ucap Mike Wilmot, Project Director IGBS.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!