Total Menyerang

Hilton Moreira. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Sriwijaya FC tidak akan memberikan ampun kepada Persegres Gresik United. Tim berjuluk Laskar Wong Kito akan menyerang sejak awal ketika menjamu mereka di Stadion Bumi Sriwijaya. Permainan total menyerang menjadi satu-satunya pilihan karena tidak ada pilihan lain jika ingin menangkan pertandingan besok (5/11).

“Dua hari latihan, saya hanya memberikan materi bermain bagaimana menyerang dari semua sisi. Baik itu menyerang memanfaatkan pergerakan winger, gelandang, dan ataupun umpan terobosan. Saya ingin para pemain total menyerang sejak awal karena ingin menang,” ungkap Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan, Jumat (3/11).

Pertandingan melawan Persegres penting untuk dimenangkan oleh  Yu Hyun Koo dkk. Pertama, pertandingan ini adalah laga home terakhir Sriwijaya FC. Karena ini terakhir, kata Hartono, maka pertandingan penuh hiburan harus tersaji di atas lapangan. Karena itu, melawan Persegres para pemain harus kreatif dalam bermain.

Kemenangan juga akan menjadikan kado ulang tahun ke-13 Sriwijaya FC yang tertunda. Sebab, pertandingan terdekat hari ulang tahun  Sriwijaya FC pada 23 Oktober lalu, Yu Hyun Koo dkk hanya mampu koleksi kekalahan. Alih-alih mendapatkan kado manis saat lawan PS TNI yang berlangsung dua hari setelah Hari Jadi Sriwijaya FC, justru malah kekalahan 1-2 yang didapat dari pasukan berjuluk The Army tersebut. Demikian pula saat para suporter berharap tim kebanggaannya memberikan hasil manis saat sih aku Bali United pada 30 Oktober.

Baca Juga :  Widodo Janji Reuni

Tapi bukan kemenangan yang didapat melainkan kekalahan 2-3 dari Bali United. Kemenangan menjadi sangat krusial dihadirkan di pertandingan melawan Persegres karena berdekatan dengan Hari Ulang Tahun Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex. Bupati Musi Banyuasin itu pada 1 November lalu berulang tahun yang ke-47 tahun.

“Tentu kami ingin menyelesaikan tugas yang tertunda apalagi Pak Presiden Dodi juga ulang tahun. Tapi terlepas dari itu, pertandingan lawan Persegres memang wajib dimenangkan sebagai salam perpisahan kepada suporter karena musim kompetisi akan berganti,” tegas Hartono.

Untuk mewujudkan misi itu, Hartono tidak hanya membekali anak asuhnya bagaimana menjebol gawang lawan melalui kerja sama open play. Tendangan jarak jauh juga melengkapi materi menyerang Sriwijaya FC jelang lawan Persegres. Pada second line di-drill khusus untuk memanfaatkan semua peluang menjadi gol melalui tendangan akurat jarak jauh. Tugas ini diberikan kepada pada gelandang macam Yu Hyun Koo, Tijani Belaid, Nur Iskandar, Airlangga Sucipto, ataupun Hilton Moreira.

Hartono juga menegaskan bahwa para pemain juga harus bisa memanfaatkan peluang mencetak gol melalui eksekusi bola mati. Set piece atau eksekusi bola mati ini apakah terjadi melalui sepak pojok atau hasil pelanggaran pemain lawan alias tendangan bebas. “Untuk momentum tendangan bebas, kami memaksimalkan kelebihan Tijani dan Hilton selain Yu Hyun Koo. Intinya, kami akan maksimalkan semua kemungkinan untuk mencetak gol,” tegasnya.

Baca Juga :  Menyerang untuk Menang

Melawan Persegres, Sriwijaya FC memang diuntungkan kondisi. Persegres yang menjadi tamu sudah terdegradasi. Semangat mereka juga sudah mulai runtuh karena banyak ditinggalkan pemain. Menurut Pelatih Persegres Hanafi, 10 pemain lebih sudah meninggalkan tim. Dua di antaranya ya Ahmad Faris dan Ikris Yahmin yang merapat ke Sriwijaya FC. Sudah begitu, para pemain yang tersisa juga ogah-ogahan latihan.

“Sekitar 10 pemain kami sudah keluar. Kini kami tinggal memaksimalkan pemain yang ada. Bahkan hadapi beberapa pertandingan kemarin, kami tidak ada program latihan. Pemain kumpul langsung main. Banyak pemain bermasalah dengan fisik saat pertandingan. Ini menjadi masalah tersendiri bagi kami ketika ingin mengoptimalkan permainan,” jelas Hanafi.

Hanafi menambahkan, sejatinya Persegres masih memiliki 22 pemain saat ini. Tapi, setiap latihan digelar yang datang hanya enam, tujuh, atau delapan pemain saja. Kondisi ini menyulitkan dia untuk menyusun strategi bermain. Situasi ini membuat tim berjuluk Laskar Joko Samudro harus puasa kemenangan di delapan pertandingan terakhir. Kemenangan terakhir dikemas saat mengalahkan tamunya Barito Putera dengan skor 2-1 pada 17 September silam.

Meski pemain sudah jengah untuk berlatih, Hanafi belum kepikiran untuk melepaskan tanggung jawabnya sebagai pelatih Persegres. Bahkan, dia terus semangat anak asuhnya di dua pertandingan sisa. Minggu nanti melawan Sriwijaya FC disusul kemudian bertandang ke markas Bali United di Gianyar, Bali. Dia berharap, anak asuhnya mau memanfaatkan momentum ini untuk tetap menjaga dapurnya tetap ngebul sebagai pemain sepak bola.

Baca Juga :  Kans Tiga Poin di Gajayana

“Manajemen menjanjikan bayar gaji pemain jika sudah mendapatkan pasokan dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru. Selama menunggu, saya tetap masih berharap pemain mau memanfaatkan dua pertandingan sisa ini untuk jual diri agar musim depan masih dilirik klub lain. Jika gak latihan kan juga kerugian bagi pemain karena akan pengaruhi stamina mereka,” ungkapnya.

Untuk komposisi pemain asing, Persegres hanya tinggal diperkuat dua pemain asing. Mereka adalah bek Sasa Zecevic dan Yusuke Kato. Sementara Patrick Daniel sudah mudik ke Brazil. Situasi ini memaksa Pelatih Hanafi hanya bisa bertumpu pada pemain muda kami Arsyad Yusgiantoro dan Komarudin di depan. Kinerja mereka akan ditopang Yusuke dan Yusuf Effendi. (kmd/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!