Trimedya Serukan Gulat Harus Curi Perhatian Masyarakat

Pengurus PP PGSI di Jakarta

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Trimedya Panjaitan ingatkan kepengurusannya untuk fokus menaikkan derajat gulat agar setara dengan cabang olahraga populer lainnya. Momentum itu harus diambil saat Asian Games XVIII/2018 dilaksanakan pada 18 Agustus-2 September nanti. Di multieven terbesar kedua setelah Olimpiade itu, gulat diharapkan mampu wujudkan target minimal 1 emas.

Target ini wajib terpenuhi karena harus bisa membayar kepercayaan negara yang sudah kucurkan dana Rp7,8 miliar untuk persiapan. “Kita di PP PGSI harus kedepankan kepentingan bersama. Jika ada yang mengutamakan kepentingan pribadi, kita trabbas. Ini karena tekad kami, kembangkan gulat. Pusat sampai daerah harus satu visi. Apa itu? Membuat gulat dari olahraga yang tidak diperhatikan menjadi olahraga yang diperhatikan orang. Apalagi gulat olahraga tertua dan masuk Olimpiade karena itu, satu emas di Asian Games wajib terpenuhi,” terang Trimedya kepada wartawan di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta Pusat, jumat (8/6).

Salah satu cara PB PGSI memasyarakatkan gulat selain mencuri perhatian di Asian Games 2018 nanti adalah mencontoh cara Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) dalam mengenalkan Mixed Martial Arts (MMA) ke masyarakat. Yakni dengan mengkapling waktu di televisi untuk menyiarkan pertandingan MMA. Dalam hal ini MMA diuntungkan dengan bos KOBI merupakan pemilik TV One. “Apa yang dilakukan MMA benar. Kita saat ini masih menjajaki NET TV. Jika gak ada jawaban maka kami melirik TVRI untuk menyiarkan pertandingan gulat agar lebih dikenal masyarakat selain merencanakan program lain seperti manfaatkan car free day agar gulat lebih bisa diterima di masayarakat luas,” jelasnya.

Manajer Timnas Gulat Indonesia yang juga Kabid Binpres PP PGSI, Gusti Randa meminta semua pihak tidak khawatir dengan momentum Asian Games 2018. Dia meyakini bahwa atlet gulat Indonesia bisa mencari perhatian masyarakat melalui prestasi. Bahwa menurutnya, target satu emas akan mudah direalisasikan jika melihat perkembangan atlet saat ini. Mantan anggota Exco PSSI ini menilai, enam bulan 18 atlet gulat ditempa di Bulgaria, mereka mengalami perkembangan pesat.

“Target satu emas sebuah keniscayaan, tidak sulit. Kita tidak sekadar ngomong, tapi ada ikhtiar. Kita tuan rumah, sehingga banyak kesempatan untuk mendapatkan medali. Saat ini para atlet berada di Bulgaria sejak enam pekan lalu. Mereka akan kembali ke Indonesia sebulan sebelum Asian Games digelar atau 17 Juli mendatang. Perubahan atlet signifikan sekali. Fisik mereka jadi lebih baik jika dibandingkan saat mereka sayang kali pertama. Mental mereka juga bagus karena latihan tidak saja indoor di atas matras, di atas salju juga, bahkan di tengah hutan melakukan teknik bantingan,” ujar Gusti yang juga sempat menemani atlet latihan di Bulgaria.

Kini, atlet menyisakan lima pekan untuk persiapkan diri sebelum turun langsung di Asian Games XVIII. Sisa waktu ini akan diisi dengan mematangkan teknik. Ini karena teknik mereka memang butuh ditingkatkan. “Tinggal 5 minggu lagi, kita pendalaman teknik. Jika dilihat, teknik para atlet harus ditingkatkan dan alhamdulillah selama di sana tidak ada atlet yang cedera maupun sakit. Semua fokus untuk emas di Asian Games,” terangnya.(kmd)

Nama Atlet Gulat Asian Games 2018
Gaya Bebas Putra : Eko Roni Saputra (Kaltim/57 kg), Ardiansyah Darmansyah (Kaltim/65 kg), Rendy Aditya Saputra (Kalsel/74 kg), Fahriansyah (Kalsel/86 kg), Efriadi (Jambi/97 kg), Dimas Septo Anugraha (Jatim/125 kg).

Gaya Grego Roman: Hasan Sidik (Jatim/59 kg), M.Arliansyah (Kaltim/66 kg), Andika Sulaiman (DKI Jakarta/75 kg), Lulut Gilang Saputra (Jatim/85 kg), Ashar Ramadhani (Kaltim/98 kg), Papang Ramadhani (Kaltim/130 kg).

Gaya Bebas Putri: Eka Setiawati (Jabar/48 kg), Dewi Ulfa (Kaltim/53 kg), Mutiara Ayu Ningtyas (Jatim/58 kg), Dewi Atiya (Jabar/63 kg), Desi Shinta (Banten/69 kg), dan Ridha Wahdaniyaty (Kalse/75 kg).

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!