Truk Angkut Barang Pelat Makassar

PALEMBANG – Sedikit demi sedikit, pihak yang memindahkan barang-barang dari kantor Abu Tours Palembang di Jl Inspektur Marzuki terkuak. Menurut Reza (44), penjaga malam di kawasan itu mengungkapkan, dia memang melihat mobil dan truk fuso parkir di halaman ruko empat pintu tersebut.
“Beberapa malam lalu, memang ada beberapa mobil yang datang ke sana,” katanya, kemarin (13/2). Kata Reza, mobil dan fuso itu berplat nomor polisi (nopol) DD. Itu kode wilayah kendaraan asal Makassar.
“Saya ajak bicara sebentar sopirnya, logatnya seperti orang Makassar,” jelas dia. Kendaraan itu mengangkut barang-barang inventaris dari kantor Abu Tours tersebut. Sementara itu, jemaah umrah yang merasa dirugikan kembali mendatangi Mapolda Sumsel, kemarin.
Korban yang melapor, Hasanusi (59), warga Kompleks Bukit Sejahtera, Kelurahan Karang Anyar. Yang dilaporkannya sama dengan 21 jemaah lain dua hari lalu. Yakni Direktur Utama PT Amanah Bersama Ummat, Hamzah Mamba dan kawan-kawan.
Hasanusi mengaku kerugiannya Rp35 juta. Sebelumnya, dua hari lalu, tercatat sudah 21 orang yang melapor. Pengaduan mereka diwakilkan kepada advokat Riduan SH. Total uang ke-21 jemaah Abu Tours yang tak kunjung diberangkatkan umrah itu hampir Rp800 juta.
Kasubdit I (Ikamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro menyatakan, hingga kemarin pihaknya telah menerima dua laporan polisi (LP).
Menurutnya, para korban lain tidak perlu membuat laporan lagi. Tapi mereka bisa jadi saksi dan memberikan keterangan untuk melengkapi berkas perkara dari para jemaah yang sudah melapor dua hari terakhir. “Perkara 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan, terlapornya Hamzah Mamba dan kawan-kawan,” tandas AKBP Suwandi.
Dia menyebutkan, penyidik masih melengkapi berkas administrasi dari para jemaah yang melapor. Setelah didapat bukti permulaan yang cukup, secepatnya akan diterbitkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka.
“Jika ada jemaah yang melapor, agen Abu Tours juga bisa diancam pidana. Dimana pun mereka, termasuk di Makassar, akan dicari,” bebernya. Warga Sumsel lain yang jadi korban bisa mengadu ke posko pengaduan yang ada di polres setiap daerah.
Kata Suwandi, jumlah jemaah yang kini tak jelas nasibnya diperkirakan lebih dari 7.500 orang. “Kalau ada yang mau melapor ke Kemenag, ya silakan saja. Kami juga terus koordinasi dengan Kemenag untuk mengumpulkan data korban selengkap mungkin,” tambahnya.
Rekening Abu Tours yang menjadi tujuan transfer para calon jemaah juga akan dibekukan. Kemudian, penyidik akan memeriksa kantor Abu Tours di kawasan Pakjo.
“Tapi, kami harus menangkap tersangkanya dulu. Setelah itu baru periksa kantornya yang saat ini sudah dipasangi police line,” tukas Suwandi.
Sementara, jemaah Abu Tours yang mengadu ke Kanwil Kemenag Sumsel sudah 98 orang. “Hampir rata-rata, mereka bayar yang paket promo Rp16,5 juta. Kalau ditotal, kerugian sekitar Rp1,6 miliar,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi melalui Kasubag Inmas H Saefudin Latief.
Inti dari keluhan yang diterima Kemenag, para jemaah menginginkan manajemen Abu Tours Palembang untuk muncul dan memberikan penjelasan resmi. “Bukan soal mau tambah biaya atau tidaknya, temui dulu para jemaah itu. Jelaskan masalahnya dan seperti apa solusinya. Itu keinginan jemaah,” bebernya.
Terpisah, belasan jemaah travel umrah ini kemarin mendatangi Pemprov Sumsel. Kedatangan mereka disambut Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Menurut Alex, dia akan memanggil Kepala Kemenag Sumsel dan beberapa pihak terkait.
“Kami akan panggil segera dan saya minta diantara kalian ikut hadir agar mendengar penjelasannya,” ucap dia. Alex mempertanyakan berapa sebenarnya biaya umrah yang sebenarnya dibayarkan para jemaah.
Ternyata, jawabannya beragam, mulai Rp12, juta hingga lebih dari Rp20 juta. “Nah kan, tidak mungkin kalau tarif hanya Rp12,5 juta. Pasti bohong sebab tiket pesawat saja Rp14 juta,” cetus Alex.
Salah seorang agen sekaligus korban, H Edi mengatakan, ada 30 jemaah yang diwakilinya. Uang yang telah disetorkan para jemaah itu mencapai Rp350 juta. “Kami juga siap nambah 5 persen dari pajak yang dibebankan pemerintah Arab asalkan kami berangkat,” tambahnya.
Pantauan koran ini kemarin, puluhan jemaah masih mendatangi kantor Abu Tours and Travel Cabang Palembang. Sembari melepas lelah, sebagian dari mereka memilih duduk dan bercerita satu sama lain di teras ruko tersebut.(vis/yun/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!