Trump Utus Putrinya Ivanka, Resmikan Kedubes AS di Jerusalem

Ivanka Trump dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin berdiri di sebelah plakat dedikasi di kedutaan AS di Yerusalem, selama upacara pengesahan kedutaan AS di Jerusalem, 14 Mei 2018. Foto: REUTERS / Ronen Zvulun

GAZA – Amerika Serikat (AS) menggenapi janjinya. Senin (14/5) Presiden Donald Trump mengutus putrinya, Ivanka, dan sang menantu, Jared Kushner, ke Israel. Tepatnya ke Jerusalem. Tujuannya, meresmikan kedutaan besar (kedubes) baru di kota yang diklaim sebagai ibu kota Israel dan Palestina tersebut.

Negeri Paman Sam sengaja memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Jerusalem saat Israel merayakan hari jadi ke-70. Pada hari yang sama, penduduk Palestina memperingati Nakba alias hari kesengsaraan. Sebab, pada hari itulah, status pengungsi melekat pada diri warga Palestina. Kemarin pengamanan di seluruh perbatasan Israel dan Palestina dilipatgandakan demi mengantisipasi bentrok.

Namun, bagi Osama Barham, aktivis Palestina di Jerusalem, pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Jerusalem bukanlah masalah utama yang membuat penduduk Palestina turun ke jalan. “Status Jerusalem adalah kota yang terjajah. Jadi, pemindahan kedubes (AS) ke lokasi baru di Jerusalem Barat tidak lantas menciptakan masalah besar bagi kami,” ungkapnya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Yang membuat rakyat Palestina geram, menurut Barham, adalah sikap semena-mena pemerintah Israel. Belakangan dengan adanya unjuk rasa di Jalur Gaza, represi terhadap masyarakat Palestina meningkat. “Orang-orang Palestina yang tinggal di Jerusalem bagaikan hidup dengan ratusan duri di kepala mereka. Tekanan datang dari berbagai arah,” tegas Barham.

Kemarin bersama ratusan penduduk Palestina yang tinggal di Jerusalem, Barham berunjuk rasa di gerbang Damaskus. Itu merupakan gerbang pintu utama masuk ke Kota Tua Jerusalem. Setiap Jumat gerbang itulah yang menjadi akses pria-pria Palestina di Jerusalem untuk mengikuti salat Jumat di Masjidil Aqsa. “Yang paling berbahaya bagi kami adalah Israelisasi masyarakat Palestina di Jerusalem,” seru Barham.

Di Jalur Gaza, ribuan penduduk Palestina juga menggelar aksi protes. Mereka berusaha menerobos barikade keamanan Israel dengan membakar ban bekas dan aksi pelemparan batu. Namun, militer Israel (Israel Defense Forces alias IDF) tidak mudah dikalahkan. Selain jumlah personelnya menjadi berlipat ganda, IDF menurunkan lebih banyak penembak jitu di perbatasan.

Reuters melaporkan, bentrok di Jalur Gaza mengakibatkan sedikitnya 28 orang tewas. Termasuk seorang bocah 14 tahun, seorang paramedis, dan seorang pria di kursi roda yang fotonya menghiasi media sosial karena berpose dengan ketapelnya. Unjuk rasa Great March of Return sejak 30 Maret itu mengakibatkan sedikitnya 900 warga Palestina terluka. Sebanyak 450 orang di antaranya terluka akibat peluru tajam.

Kepada BBC, sumber di Washington melaporkan bahwa Kedubes AS yang baru di Jerusalem tidak akan langsung beroperasi. “Untuk sementara, kedubes akan menjalankan fungsinya dari kompleks Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Jerusalem. Sebagian kecil dari kompleks itu akan berfungsi sebagai kedubes,” kata sumber tersebut. Gedung konjen baru akan menjadi kedubes secara resmi setelah yang di Tel Aviv ditutup.

Kemarin Trump tidak hadir secara fisik. Associated Press melaporkan bahwa tokoh 71 tahun itu hanya akan muncul lewat video link. Selain Ivanka dan Kushner, dua pejabat pemerintahan lain yang hadir dalam seremonial tersebut adalah Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Wakil Menteri Luar Negeri John Sullivan. (hep/c6/dos/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!