Tujuh Penembak Asian Games 2018 Bertolak ke Korea Selatan

JAKARTA – Kemarin, tujuh penembak pemusatan latihan nasional Asian Games 2018 bertolak ke Korea Selatan. Mereka akan mengikuti kejuaraan menembak World Cup Changwon, 20-30 Mei. Ada dua kelas yang akan dipertandingkan, yakni air rifle dan pistol. Selain itu, mereka juga akan menjalani training camp untuk persiapan try out kedua di World Cup Munich, Jerman 22-29 Mei. ”Kurang lebih satu bulan mereka berada di Eropa,” ucap Manajer Tim, Robby Atmadja.

Dia berharap, para penembak Merah Putih bisa belajar sekaligus mencuri ilmu dari penembak Eropa. ”Progres peningkatan skill dapat, sehingga puncak performanya di Asian Games nanti,” imbuh pria asli Jakarta tersebut.

Robby menyatakan, kejuaraan menembak tersebut sekaligus merupakan kualifikasi untuk atlet menembak kelas 10 meter air rifle dan 25 meter sport pistol menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Namun, karena keterbatasan dana, Pengurus Besar Persatuan Penembak Indonesia (PB Perbakin) hanya mampu memberangkatkan pada dua turnamen tersebut.

Dana yang ada tidak cukup untuk mengikuti kejuaraan dunia yang ada. Dari permintaan, Rp48 miliar kepada pemerintah, hanya Rp6,7 miliar yang disetujui. Mau tidak mau, program tetap jalan dengan dana seadanya. ”Untungnya, Pengprov Perbaikin masing-masing atlet mau membantu. Jadi dengan dana seadanya, pelatnas harus tetap berjalan untuk Asian Games, SEA Games 2019, dan Olimpiade 2020 Tokyo,” jelas Robby.

Pihaknya, sebelumnya sudah memberangkatkan tiga penembak nomor running target putra untuk melakoni try out sekaligus training camp di Hungaria, sejak 12 April. ”Di Eropa, penembak running target ada turnamen satu lagi Grand Prix of Liberation Plezen, 2-7 Mei. Setelah itu, kembali ke pelatnas Jakarta,” jelasnya.

Total ada 10 atlet menembak penghuni pelatnas yang dimulai sejak Januari. Seluruhnya penembak muda dengan rentang usia 17 hingga 23 tahun. Dengan komposisi skuat yang ada, Robby realistis menarget medali di multievent se-Asia itu. ”Untuk emas, kemungkinan kecil, tapi bukan berarti tidak mungkin,” ungkapnya.

Robby mengatakan, peluang terbesar untuk meraih medali ada di running target yang merupakan nomor non-olimpik. Sebab, hanya satu negara yang menjadi pesaing terkuat, yakni Korea Utara. Semetara untuk kelas 10 meter air rifle dan 25 meter sport pistol, ada Korea Selatan, Tiongkok, dan Vietnam. (han/ion/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!