Tunggal India Pembunuh Raksasa

28
Prannoy

JAKARTA – Pergeseran kekuatan tunggal putra di BCA Indonesia Open Super Series (BIOSSP) 2017 berlanjut. Juara tunggal putra tahun ini dipastikan muncul sosok kampiun baru. Ini setelah Lee Chong Wei takluk dari pemuda 24 tahun India, Prannoy HS.

Prannoy sukses membungkam juara bertahan BIOSSP, Lee Chong Wei dalam dua game langsung. Pada pertandingan yang berlangsung di Plenary Hall, JCC, Jakarta kemarin, Chong Wei takluk 10-21, 18-21.

Performa Prannoy kemarin merupakan salah satu penampilan terbaik dia. Ketepatan dalam menerapkan strategi membuat dia tampil lebih dominan terhadap Chong Wei. Terlebih dengan usia Chong Wei yang tahun ini masuk 34 tahun.

“Saya mencoba minimalkan kesalahan, lebih mencoba agresif sepanjang pertandingan,” beber Prannoy setelah duel kemarin. Beberapa kali upaya Chong Wei menurunkan ritme permainan mentok setelah Prannoy memaksa legenda bulu tangkis Malaysia itu untuk bermain cepat.

“Prannoy memang main lebih baik hari ini,” sebut Chong Wei. Pada babak pertama, Prannoy juga tampil impresif dengan mengalahkan wakil Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, 21-13, 21-18. Tunggal putra India kemarin memperlihatkan permainan yang cemerlang.

Adalah Srikanth Kidambi yang juga menaklukkan mantan juara BIOSSP 2014, Jan O Jorgensen (Denmark). Srikanth menang dalam pertarungan rubber game, 21-15, 20-22, 21-16. Sebelumnya, legenda Tiongkok, Lin Dan tersungkur sejak babak pertama. Dia tak sanggup menghadapi Tzu Wei Wan (Taiwan) dua game langsung, 21-16, 21-18.

Hingga berita ini ditulis, total baru dua wakil Indonesia yang melaju ke babak delapan besar. Ganda putra menempatkan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang memenangkan duel sesama pelatnas Cipayung, atas seniornya, Angga Pratama/Ricky Karandasuwardi, 21-17, 17-21, 21-15.

Fajar mengaku tidak canggung harus berhadapan dengan senior mereka di ajang sekelas Superseries. Bahkan, pada pertandingan kemarin, mereka sanggup memperlihatkan kemampuan terbaiknya. “Yang menjadi catatan bola depan saya tadi banyak meleset, faktor angin juga, besok harus lebih cermat,” katanya.

Adapun Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri menang dari si kembar Luo Ying/Luo Yi, 20-22, 21-14, 21-14. Mereka menebus kekalahan ganda putri Indonesia lainnya, Greysia Polii/Apriani Rahayu harus tumbang di tangan pasangan Korea Selatan, Chang Ye-na/Lee So-hee, 18-21, 14-21.

Sedangkan di tunggal putra, satu-satunya wakil tuan rumah, habis. Jonatan Christie yang diharapkan bisa berkembang takluk dari Chen Long 9-21, 7-21. Hasil tersebut tidak lebih baik dari pencapaian Jonatan pada 2016 lalu. Saat itu, Jojo terhenti di babak delapan besar. (nap/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!