Tuntut Pilkada Ulang-Diskualifikasi Calon

Tim Advokasi SMCR, M Jasmadi Pasmeidra SH MH

PALEMBANG- Terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang dan salahsatu pasangan calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota Palembang, Ir H Sarimuda MT- Ir H Kgs H Abdul Rozak (SMCR) melalui tim advokasinya melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI.

Adapun materi yang dijadikan dasar gugatan oleh paslon SMCR terkait adanya daftar pemilih tetap (DPT) dengan nama yang sama, nomor induk kependudukan (NIK) yang sama tapi tanggal lahir berbeda di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda.

“ Kalau yang sama ini cuma dua nama, mungkin saja ini terjadi kesalahan pengetikan. Tapi kalau sudah 15 nama yang sama dan NIK juga sama atau identik itu jadi pertanyaan. Ini tidak kita temukan sekali saja, tapi di banyak tempat,” ungkap Tim Advokasi SMCR, M Jasmadi Pasmeidra SH MH saat dihubungi melalui ponselnya, hari ini (11/7).

Selain persoalan DPT tadi, pihaknya juga melaporkan ke MK terkait dugaan money politik dan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) selama proses pilkada berlangsung atau netralitas ASN tadi. Belum lagi, soal selisih hasil perhitungan suara dari proses pleno di KPU Kota Palembang.

“ Sebelum ke MK sudah kita laporkan pelanggaran ini ke Panwaslu Kota Palembang, tapi hanya ada beberapa yang direkomendasi khususnya berkaitan DPT. Sedangkan yang lain tidak ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwaslu Kota Palembang termasuk dugaan netralitas ASN dan Money Politic. Langkah terakhir kita tentu saja menggugat ke MK,” terangnya. (afi)

Baca Juga :  “Kompak” Tuntut Pilkada Ulang

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Kamis (12/7). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!