Uang Nasabah Hilang, BNI Tegaskan Bukan Skimming

Ilustrasi. foto: dok sumeks.co.id

PALEMBANG – Terkait laporan hilangnya uang nasabah di rekening BNI atas nama Sri Pebriaandi (35), Head of Bussiness Consumer BNI Wilayah Palembang Anak Agung Gede Putra menyatakan, telah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV di ATM dan disimpulkan bukan kasus skimming.

Dia menjelaskan, penarikan uang atau transaksi via ATM bisa dicek siapa pelakunya karena setiap ATM memiliki snapshot dan CCTV. “Kita sudah memeriksa CCTV dan telusuri CCTV-nya pada estimasi waktu transaksi,” jelasnya.

Pihaknya juga telah mengundang nasabah untuk melihat rekaman CCTV. Ia mengungkapkan, dari hasil penelusuran, BNI menyimpulkan ini bukan kasus skimming. “Ada dua transaksi yang terjadi, yakni penarikan di ATM BNI dan BRI. Jejak transaksi menunjukkan bahwa kartu ATM tersebut hadir saat penarikan uang,” urainya.

Menurutnya, kasus seperti ini biasa terjadi. Namun, kebanyakan terjadi akibat keluarga dan kerabat sendiri. Yakni orang terdekat nasabah yang bisa menjangkau kartu ATM dan mengetahui password ATM. Sebab uang tidak bisa tiba-tiba lenyap atau ditarik tanpa menggunakan kartu ATM.

“Dari hasil ini didapatkan ada pelakunya. Kita juga sudah tunjukkan dan berikan rekamannya pada nasabah. Orangnya ada, kartunya ada saat transaksi. Ini murni kelalaian nasabah karena PIN ATM sifatnya merupakan rahasia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Transaksi dengan Polisi, Pengedar Sabu ini Dicokok

Sebelumnya, Sri Pebriaandi mengaku uang di dalam ATM-nya hilang secara tiba-tiba. Kejadiannya saat ia ingin mengisi pulsa melalui layanan mobile banking BNI pada Ahad (8/7) sekitar pukul 23.00 WIB-24.00 WIB. Namun, ia bingung karena uang di rekeningnya hanya tersisa Rp25 ribu. Padahal sebelumnya ada sejumlah Rp5 jutaan.

Saat ia memeriksa transaksi terakhir, ada dua kali penarikan di ATM BNI dan BRI. Menurutnya, posisi kartu ATM ada di dompet. Karena itu, ia pun melapor di BNI Palembang Square dan diminta membuat pelaporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Palembang, Senin (9/7).

Saat dikonfimasi Sumatera Ekspres semalam, ia mengakui sudah mendapat rekaman dari BNI. Di sana memang terdapat pelaku yang melakukan penarikan uang dengan memegang kertas kecil. Ia pun mengaku saat dicek, ia memang masih menyimpan kertas berisi PIN ATM-nya di dalam dompet. Sehingga bisa dijangkau dan disalahgunakan orang terdekat.

“Saya akui itu kelalaian saya,” ungkapnya seraya berterima kasih kepada BNI yang sudah melayani laporan dan concern terhadap perlindungan nasabah. (cj16)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!