UKG Ulang Diikuti 2.032 Guru Sumsel

228
Kadisdik Sumsel Drs Widodo MPd. Foto:Dok SE

PALEMBANG – Dari total sebanyak 14 ribuan guru yang dinyatakan tidak lulus Uji Kompetensi Guru (UKG), 2.032 guru diantaranya berasal dari Sumsel. Ini berdasarkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Sesuai petunjuk yang ada, ke-2.032 guru di Sumsel bakal diberikan kesempatan untuk mengikuti Ujian Tulis Nasional (UTN) pada 25-29 April 2017 mendatang di daerah masing-masing. UKG 2016 ditetapkan nilai minimal kelulusan sebesar 80 poin. Guru peserta UKG yang tidak bisa mencapai nilai itu, dinyatakan tidak lulus pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), ungkap Kepala LPMP Sumsel di Inderalaya Dr H Yaswardi MSi melalui Kasi Sistem Informasi (SI) Mardian, kemarin (31/3).
Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs Widodo,M.Pd berharap agar guru yang bakal mengikuti UKG kali ini betul-betul dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Utamanya dalam hal penguasaan profesionalitasnya sebagai guru dengan begitu dirinya merasa yakin seluruh guru di Sumsel yang bakal kembali mengikuti UKG kali ini bakal lulus.
Ini tak lain bertujuan supaya guru bisa mendapatkan semacam SIM dari Kemendikbud atau disebut dengan sertifikat profesi, nantinya setelah itu mereka berhak atas tunjangan profesi guru, imbuh Widodo, kemarin (31/3).
Widodo yang didampingi Kabid PTK Disdik Sumsel, Drs Syahrial Effendi menegaskan posisi Disdik Sumsel pada UKG ini sebatas memfasilitasi dengan mengumpulkan berkas guru-guru dari daerah yang akan mengikuti UKG ini.Leading sector penyelenggaraan UKG ini adalah LPMP untuk penganggaran dan teknisnya, sebut Widodo.
Ditambahkan, pihak Disdik Sumsel pada 27 Maret 2017 yang lalu telah menerima surat dari Dirjen GTK Kemendikbud, Sumarna Surapranata yang menyampaikan informasi terkait pelaksanaan UKG ulang dan pelaksanaan penetapan peserta sertifikasi guru tahun 2017.
Di surat tersebut disampaikan peserta UKG Ulang adalah peserta PLPG yang belum lulus UKG setelah PLPG tahun 2016, sedangkan peserta sertifikasi guru tahun 2017 adalah guru yang sudah memenuhi syarat, telah melakukan proses verifikasi dan yang telah memiliki status disetujui A1 pada tahun 2016.
Selain itu, yang berhak mengikuti sertifikasi guru 2017 adalah guru peserta dan pendamping program keahlian ganda tahun 2016 yang sudah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Untuk sertifikasi guru tahun 2017 akan dimulai pada bulan Mei 2017, dimana untuk informasi peserta sertifikasi guru tahun 2017 dan UKG Ulang 1 bisa dilihat melalui situs www.kemdiknas.swin.net.id, beber Syahrial.(kms/nan)

Diskusi & Komentar

More News!