UM Palembang Hadirkan Dosen Tamu dari Holmesglen Institute of TAFE Australia

KERJASAMA: Mr David Saunders, dan Mrs Mary Farrone di UM Palembang dalam rangka kegiatan Holmesglen Institute of TAFE Australia guest lecture vocational education in Australia to UM Palembang, Jumat (4/5) Foto: Anhar/Sumatera Ekpres

PALEMBANG- Visi Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang untuk go internasional selalu diupayakan. Pun dengan dukungan dosen luar negeri yang berkeinginan untuk terlibat dalam proses akademik di UM Palembang.

Untuk menuju go internasional, UMP menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Diantaranya dengan Holmesglen Institute of TAFE Australia dan kerjasama internasional tersebut direalisasikan dengan hadirnya Mr David Saunders, dan Mrs Mary Farrone di UM Palembang dalam rangka kegiatan Holmesglen Institute of TAFE Australia guest lecture vocational education in Australia to UM Palembang, Jumat (4/5).

Rektor UM Palembang Dr Abid Djazuli SE MM mengungkapkan bahwa kegiatan the guest lecture vocational education in Australia ini, merupakan bagian tindak lanjut kerjasama internasional UMP dan Institute Holmesgen TAFE Australia.

“Semoga kerjasama UM Palembang dan Institute Holmesgen TAFE Australia, lebih lanjut dapat direalisasikan dalam hal pengembangan internasionalisasi UM Palembang,”ungkap Dr Abid Djazuli.

Pada kesempatan yang sama Mary Faraone, Rector Holmesgen Institute Melbourne, Australia memaparkan kunci sistem pendidikan di Australia sangat menekankan pada sektor kemajuan ekonomi dan lebih mendorong sistem pendidikan yang berkaitan dengan kebutuhan industri.

“Bahkan standar dosen dan guru di Australia harus memiliki pengalaman kerja. Contohnya dosen dan guru tidak bisa mengajar di ilmu ekonomi, jika yang bersangkutan tidak memiliki pengalaman kerja di bidang ekonomi,”ungkap Mary.

Mary menjelaskan, sebagai pengelola universitas, kita harus memanfaatkan konsultasi di sektor industri, karena membangun kerjasama dengan sektor industri akan membuat mahasiswa dapat memiliki pengalaman kerja, dan apapun yang diajarkan oleh universitas akan dapat langsung diaplikasikan.

“Universitas kedepan harus dapat meyakinkan sistem industri yang fleksibel, dalam rangka memastikan bahwa tanggung jawab kerja dapat mendukung sektor industri,”katanya.

Menurutnya, kesuksesan sebuah universitas bukan dilihat dari banyaknya jumlah mahasiswa, tetapi dapat dilihat dari pekerjaan lulusan yang mereka dapatkan yang
sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid M.Ec, Pengelola Kantor Urusan Internasional UM Sumatera Utara, UM Bengkulu, STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung, dan Ketua STIKes Muhammadiyah Palembang.(roz)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!