Venues Skate Board Paling Lambat

LAMBAT: Venue Skateborad yang progresnya paling lambat. Foto: Alfery/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Pengerjaan venues Asian Games 2018 di kawasan Jakabaring Sport Center (JSC) belum sepenuhnya 100 persen, padahal target Juni 2018 atau sisa dua bulan lagi semuanya harus tuntas, karena mau persiapan dan uji coba. Beberapa pekerjaan venues yang belum selesai itu yakni voli pantai, panjat tebing, dan roller sport (roller skate-skate board). Bahkan khusus skate board itu realisasinya baru 23,46 persen (lihat grafis).
Sementara untuk venue di luar cabor, beberapa fasilitas juga masih proses pembangunan yakni rusunami dan pembangunan landscape di kawasan JSC. Koran ini pun melakukan penelusuran ke venue yang masih pengerjaan, seperti arena panjang tebing kemarin (9/4) siang. Tampak di sana, sejumlah pekerja melakukan beberapa pekerjaan seperti papan dinding, konstruksi besi, dan sarana pendukung mulai dari pembangunan gapura, pamasangan coneblock, pengerasan tanah beberapa bagian arena.
Pekerjaan itu dihandel oleh 3 kontraktor berbeda, yakni CV Cipta Agung mengerjakan papan dinding, PT Tata Laksana konstruksi besi, dan PT Duta Mandiri menyelesaikan sarana pendukung, seperti gerbang, pagar, coneblock, dan lainnya. Pengawas Lapangan CV Cipta Agung, Firman menjelaskan, khusus pengerjaan papan dinding itu progresnya sudah 45 persen.
“Harusnya 60 persen, tapi karena papannya harus kami bongkar lagi, jadi persentase penyelesaiannya turun,” jelasnya ditemui di lokasi proyek, kemarin. Pembongkaran itu terpaksa dilakukan karena konstruksi besi yang dikerjakan PT Tata Laksana belum selesai. “Mereka mau menaikkan besi konstruksi, jadi khwatir merusak papan dinding ya terpaksa dibongkar dulu,” ujarnya. Penghentian itu juga demi keamanan, menunggu konstruksi besi benar-benar selesai.
Namun pekerja PT Tata Laksana, Erwin mengaku pihaknya sulit bekerja lebih cepat karena beberapa kendala, seperti faktor cuaca. “Kalau hujan pekerjaan harus dihentikan. Selain berhubungan dengan listrik, juga kontrusi di atas licin. Rawan kecelakaan dan sambaran petir,” katanya. Apalagi pekerjaan itu tak menggunakan crane untuk menaikkan besi konstruksi, tetapi manual dengan derek. “Kalau pekerjaan kita sudah 60 persen, target kami selesai pertengahan April,” bebernya.
Demikian juga pembangunan venues skate board. Tampak beberapa pekerja menimbun lahan dengan tanah merah dan mengerjakan arena.
Meskipun begitu, Koordinator Venue Asian Games JSC Palembang, Aminuddin, meyakini target seluruh pekerjaan venues selesai Juni mendatang.
“Juni harus kita kejar kan perlu persiapan. Jadi nanti tak menganggu jadwal perhelatan Asian Games 2018 pada 18 Agustus-2 September 2018,” imbuhnya. Apalagi venues yang belum selesai kan cuma beberapa saja, seperti tribun voli pantai dan roller sport. “Kalau venues itu pekerjaannya baru mulai Maret lalu, cabor roller sport ini baru kita dapat juga di bulan itu,” cetusnya.
Aminuddin tak menampik juga beberapa kendala masih dialami dalam pembangunan, seperti venue panjat tebing, dimana perlengkapan atau bahan untuk dinding panjat masih belum sampai ke Palembang. Namun dalam waktu dekat akan sampai dengan segera dipasang. “Lalu untuk fasilitas penginapan atlit, tower 2 dan 3 rusunami tidak memiliki lahan untuk penyimpanan dan perbaikan mobiler,” jelasnya. Untuk masalah itu, pihaknya meminta ruang atau gudang yang terdekat di dalam area Jakabaring.
Untuk memastikan pengerjaannya, maka venues yang belum selesai itu ditarget setiap hari. “Kami selalu memantau dengan membuat laporan mingguan, jadi bisa dilihat deviasi progres pembangunannya,” ungkapnya. Aminuddin menuturkan rata-rata tingkat deviasi terbilang rendah, bahkan ada beberapa pekerjaan yang melampaui target.
“Tapi yang jelas, seluruh pekerjaan dilakukan secara teliti serta tepat waktu. Tidak boleh terlambat,” terangnya. Venues yang lain, pembangunannya sesuai target atau on schedule. Walaupun untuk fasilitas pendukungnya beberapa masih dibangun. Diketahui, penyelenggaran Asian Games 2018 di Palembang sendiri akan mempertandingkan 11 cabor yaitu menembak, dayung, kayak/kano, voli pantai, sepak bola wanita, tennis/soft tennis, triathlon, roller skate-skate board, panjang tebing, sepak takram, dan bowling.
Selain di Palembang, Jakarta juga akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pengerjaan venues di Jakarta juga berpacu dengan di Palembang. Vice Director Venue and Environment INASGOC, Natsir Gunansyah menjelaskan, di Jakarta yang dibagi menjadi dua cluster masih sisakan pekerjaan. Cluster pertama di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) akan selenggarakan 14 cabor. “Yang dikebut salah satunya venues squash baru dibangun sekitar bulan kemarin di dekat Hall A,” cetusnya.
Kemudian cluster kedua di luar Kompleks GBK seperti velodrome di Rawamangun yang masih pengerjaan membuat lintasan. Kemudian equestrian masih menunggu pasir pelapis lintasan berkuda. Lalu venue untuk jetski di Ancol dan layar. Kemudian handball yang baru 30 persen pengerjaannya. Di Jawa Barat, proses renovasi beberapa stadion untuk penyisihan grup cabang olahraga sepak bola.
“Kalau Palembang catatan kami 6 venues yang masih belum selesai. 3 tahap finishing yaitu menembak tinggal landscape, lalu tahap finishing di landscape bowling dan rowing (dayung). Untuk voli pantai bangun tribun VIP permanen, roller sport dan panjat tebing nunggu peralatan juga. “Semua venues harus beres Juni,” bebernya.
Terkait deadline penyiapan venues diamini Sekjen Panpel Asian Games alias INASGOC, Eris Herryanto. “Kami harap venue selesai maksimal sebulan sebelum Asian Gamesi. Ini agar kami bisa melakukan overlay untuk melengkapi venue dan mengevaluasi kekurangan venue sesuai standard. Tapi prinsipnya kita yakin semua selesai dan siap menyelenggarakan Asian Games 2018,” ujar Sekjen INASGOC Eris Herryanto.
Menpora Imam Nahrawi juga optimistis jika pengerjaan venue Asian Games bakal rampung sebelum Asian Games. “Semua on the track, nggak ada masalah bahkan banyak pembangunannya melebihi target. Memang ada sebagian di luar Kompleks GBK yang belum selesai karena pelaksanaannya masuk 2018. Sekitar 3 persen,” terang dia.
Selain menyiapkan infrastruktur, INASGOC juga telah merancang sistem keamanan. Untuk di GBK, nanti akan dipasang recognition face. Kamera didatangkan dari Jepang untuk mengenali para pengacau kegiatan. Si pengacau terdeteksi akan segera diamankan petugas karena kamera yang ada di area Asian Games terkoneksi dengan kamera pantau Kepolisian RI.
Area Wisma Atlet di Kamayoran dan Jakabaring juga akan mendapatkan prioritas keamanan. Area ini akan menjadi domain TNI dan Polri. “Ada 1.000 petugas amankan area athlete village. Ini belum pengamanan di luar pagar athlete village. Penjagaan ketat ini tidak hanya berlaku di athlete village Kemayoran tapi juga di Palembang,” ungkap Direktur Wisma Atlet INASGOC Tri Ananta Andrewan. (kos/kmd/cj17/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!