Wako Bantu Keluarkan Jasad Korban Lupus

346

Sempat Tertahan di Rumah Sakit

PALEMBANG – Seorang mahasiswi meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS RK Charitas Palembang, siang kemarin (17/4). Indah Setio (20), didiagnosa menderita penyakit lupus, nyawanya tak tertolong kendati telah menjalani operasi. Duka yang dialami pihak keluarga, bertambah karena kekurangan biaya perawatan. Jasad (almh) Indah pun sempat tertahan beberapa jam.

Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Palembang H Harnojoyo SSos jadi terenyuh. Orang nomor satu di Palembang itu langsung memerintahkan Camat IB I untuk mengeceknya. Akhirnya dengan bantuan Pemkot Palembang, jasad mahasiswi semester enam STIA APDS di Jl Puncak Sekuning, itu bisa dibawa pulang ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

Jasad Indah disemayamkan di Mushala Al Iklas, kawasan Rusun Blok 25, Kelurahan 23 Ilir. Tangis keluarga tak terbendung, ratusan pelayat di antaranya kawan sekolah almarhumah, alumni SMAN 2 Palembang. “Sakit lupus, sudah duo bulanan. Ngeraso cak demem, dio tu dak ngomong. Tibo-tibo kondisinyo down seminggu lalu. Langsung dibawa ke rumah sakit, idak sadar lagi,” ungkap Pita, sepupu Indah.

Diceritakan Pita, jika selama ini pihak keluarga sama sekali tidak tahu mengenai penyakit yang diderita oleh Indah. Lantaran itu pula keluarga langsung terkejut mendapati diagnosa dokter.

Baca Juga :  Kondisi Jupe Membaik

“Masuk langsung ke ICU. Sempat sadar sekali, tapi idak ngomong. Cuma jingok kami bae, keluargonyo. Sampai akhirnyo meninggal,” tutur Pita, yang juga tak kuasa menahan tangis.

Teman sekolah almarhum, Debi, mengenang mereka terakhir bertemu 6 April lalu. Merayakan ulang tahun Indah, dia pun tidak pernah bercerita soal kondisi kesehatannya. Senada dikatakan Siwi, teman lainnya. “Sedikitpun idak ngomong kalau dio sakit. Sampai kami dapat kabar kalau dio sakit dan meninggal ini,” ungkapnya.

Dari teman dekat almarhumah yang lain, dikatakan biaya perawatan di rumah sakit tersebut sebesar Rp39 juta. Lima hari perawatan, dan sekali operasi. Pihak rumah sakit sudah memberi potongan 50 persen. Hanya saja saat almarhumah meninggal sekitar pukul 11.45 WIB, baru terkumpul dana Rp10 juta. Bertambah lagi Rp5 juta hingga sore, dari total Rp19 juta yang harus disiapkan.

“Nah, ado Pak Camat tadi yang datang, nyukupke duit itu. Ngasih Rp4 juta. Baru biso dibawa balik abis maghrib,” bebernya. Usai disalatkan, jasad almarhumah langsung dimakamkan di TPU Puncak Sekuning. (aja/air)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!