Warga Diminta Hentikan Aktivitas

9

Di Tepian Sungai Kelingi karena Banjir

SUMSEL – Pascameluapnya Sungai Kelingi yang merendam puluhan rumah, warga di sepanjang aliran sungai diminta tetap waspada terhadap bencana susulan. Antisipasi hal tidak diinginkan, mereka diminta tidak beraktivitas di tepian sungai. Apalagi arus air masih deras, bercampur lumpur.

Kapolres Mura AKBP Pambudi menegaskan, pihaknya sudah menyiagakan seluruh anggota dan meminta polsek yang wilayahnya dilintasi aliran Sungai Kelingi untuk segera mengimbau warga agar tidak beraktivitas di pinggir sungai. Seperti mandi, mencuci atau mencari ikan.

Termasuk bersama tiga pilar kamtibmas meninjau langsung situasi aliran sungai. “Debit aliran sungai meningkat,” ujarnya. Dikatakan, beberapa wilayah Kabupaten Mura dan Muratara masih banyak warga yang menggantungkan kehidupan dengan mencari ikan di sungai.

Ini harus menjadi perhatian bersama. Aliran sungai yang deras disertai peningkatan volume debit air bisa mengakibatkan bencana dan mengancam keselamatan warga. “Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan, jadi kita harus tetap berhati-hati,” timpalnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mura, Faisol menuturkan, pihaknya sudah melakukan monitoring luapan air Sungai Kelingi yang terjadi dari wilayah Bengkulu, Lubuklinggau dan Musi Rawas. Menurutnya, luapan aliran sungai ini bisa mengakibatkan bencana banjir, longsor serta bencana lainnya. “Kami sudah menyiagakan beberapa tim pemantau,” tukasnya.

Sementara itu, banjir bandang akibat meluapnya Sungai Kelingi di wilayah Lubuklinggau berangsur surut dan kembali normal. Pantauan koran ini, yang rumahnya sempat terendam banjir sudah mulai membersihan dan memperbaiki bangunannya yang rusak.

Data Dinas Sosial (Dinsos) Lubuklinggau banjir bandang yang terjadi pada Jumat (16/6) merendam 22 rumah di tiga kelurahan. Tiga di antaranya rusak. Rinciannya, di Kelurahan Ulak Surung 16 kepala keluarga (KK) atau 64 jiwa, Kelurahan Moneng Sepati 5 KK atau 18 jiwa, dan Kelurahan Taba Pingin terdapat satu KK dengan 7 jiwa.

Nah, kemarin (17/6) Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe didampingi Kepala Dinas Sosial AH Ritonga serahkan bantuan kepada korban banjir di Jl Kelingi, RT 2 Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Total 300 kg beras digelontorkan bagi para korban banjir di tiga wilayah tersebut. “Kami juga salurkan bantuan tanggap darurat lainnya,” terang Ritonga. Di antaranya terpal, selimut, kain sarung, pakaian, seragam sekolah dan makanan kaleng.

Di tempat yang sama, Wako Nanan mengatakan, solusi bencana banjir di wilayah Moneng Senopati, pihaknya berencana membuat talud sepanjang 100 meter yang berdiri sekitar sepuluh rumah warga. “Jadi jika sewaktu-waktu air besar bisa ditahan dan memecah air,” pungkasnya.

Di bagian lain, banjir bandang membuat rumah Sodikin, warga Jl Kelingi rusak. Dinding bangunan jebol. Tak hanya itu, dari 300 ekor bebek peliharaannya, sekitar 200 ekor lenyap setelah terseret arus sungai. Kemudian dari 150 ekor ayam, 20 di antaranya hilang dibawa arus.

“Kandang memang dekat dengan sungai. Tapi kandangnya tidak apa-apa, hanya saja mau menyelamatkan ternak satu persatu tidak mungkin, sebab kejadiannya tiba-tiba. Jadi hanya ada sebagian yang selamat,” bebernya. (wek/vin/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!