Warga Diminta Waspada Penyakit DBD

Memasuki musim penghujan, warga harus waspada dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Berbagai cara harus dilakukan agar penyakit mematikan ini tak menjangkiti warga. Daerah-daerah rawan DBD pun sudah dipetakan.

MENERAPKAN hidup sehat, inilah yang menjadi langkah tepat mengatasi penyakit DBD. Selanjutnya, menerapkan pola 3 M memberantas jentik nyamuk DBD. ‘’Yakni menguras dan menutup tempat penyimpanan air, serta mengubur kaleng sebagai sumber genangan air,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin dr Masagus M Hakim Mkes.
Selain itu, pihaknya juga akan membagikan abate. ‘’Abate ini dapat ditaburkan di bak air sehingga jentik nyamuk dapat diberantas. Untuk fogging tak terlalu efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa,’’ ujarnya.

Data Dinkes, dalam tiga bulan terakhir ada 18 kasus DBD. Yakni Agustus terdata 5 kasus, September 7 kasus, dan Oktober terdata 6 kasus DBD. ‘’Untuk daerah rawan DBD biasanya kawasan padat penduduk,’’ katanya.

Sementara di Ogan Ilir, data DBD sejak Januari hingga November tercatat 24 kasus. ‘’Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 81 kasus,’’ ujar Kadinkes Pemkab OI dr Hj Siska Susanti, melalui Bagian Pengelola DBD Syaful Hakim.

Dikatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki juru pemantau jentik nyamuk. ‘’Jadi, jika ada kasus DBD, langsung bisa diatasi,’’ katanya.

Langkah antisipasi pun akan dilakukan mulai dari gerakan satu rumah satu jumantik, 3M, termasuk membuat edaran keseluruh Puskesmas serta menyiapkan abate termasuk fogging.

Penurunan kasus DBD juga terjadi di OKI. Bila tahun lalu mencapai 100 kasus, kini hanya 20 kasus. ‘’Untuk pencegahan telah disampaikan ke puskesmas di OKI agar dapat disosialisasikan ke warga yakni dengan gerakan 3 M serta memakai anti nyamuk,’’ ujar Kepala Dinkes OKI HM Lubis melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Linda Asmarini.

Untuk kawasan Kabupaten Lahat, penyakit DBD termasuk penyakit endemis. Hampir setiap bulan ditemukan kasus ini. Sepanjang 2017 terjadi 115 kasus, 3 diantaranya meninggal dunia. ‘’Musim penghujan menyebabkan genangan air, itulah yang membuat populasi nyamuk meningkat,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat Dr Rasyidi Amri.

Rasyidi mengajak warga melakukan upaya antisipasi dengan cara 3M plus. ‘’Jika hujan tiba warga harus rutin menguras bak mandi, menutup tempat air dan mengubur genangan air di sekitar rumah. Plusnya adalah dengan cara memberi obat nyamuk atau fogging,” tandasnya.

Selain kegiatan itu, Dinkes juga mengimbau warga tak menyepelekan gejala awal DBD. Biasanya, demam dengan suhu badan yang sangat tinggi. ‘’Kalau badan panas segera bawa ke puskesmas atau dokter. Lakukan cek darah untuk memastikan DBD menjangkit tubuh kita atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang, Hj RR Endang melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), M Junaidi mengatakan, sampai saat ini belum ada kasus yang positif DBD. Namun ada satu kasus suspect (dugaan) DBD di Kecamatan Muara Pinang. ‘’Setelah diperiksa hanya sakit malaria biasa. Pasien dirawat di Puskesmas dan bisa diatasi,” ujar Junaidi, kemarin (13/11).

Dikatakan, cara tepat mencegah DBD yakni melakukan pemberantasan sarang nyamuk DBD dengan cara 3 M. ‘’Menguras semua tempat penampungan air, menutup rapat tempat air dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air,” tukasnya.

Dinas Kesehatan Muba siaga penyebaran penyakit DBD. Pasalnya, tiga kecamatan endemik penyebaran penyakit, yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Buktinya, ada 12 orang yang terserang DBD. ‘’Alhamdulillah belum ada yang meninggal akibat penyakit DBD,’’ ujar HM Madali SKM, sekretaris Dinkes Muba

Meski demikian, kasus DBD berkurang drastis. Di tahun 2016, warga terserang DBD mencapai 162 orang, tiga diantaranya meninggal dunia. ‘’Kita galakkan pembersihan sarang nyamuk di tengah pemukiman warga sekarang ini,” tegasnya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Muba, Suharto SKM Mkes, menambahkan, Dinkes siaga penyebaran penyakit DBD di musim penghujan sekarang ini. ‘’ Pembersihan lingkungan dinilai efektif mengatasi penyakit DBD itu. Bukanlah pengasapan (fogging) yang diperlukan,’’ katanya. (yud)
(qda/sid/gti/eno/irw/yud)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!