Warga Kabupaten ini Mulai Lirik Berkebun Jengkol

156
Ilustrasi buah jengkol.

MURATARA – Masyarakat Desa Suka Menang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, mulai melirik potensi jengkol sebagai peluang bisnis baru. Tanaman khas masyaraka Indonesia ini diyakini mampu menghasilkan pundi-pundi uang jika di manfaatkan
dengan maksimal.

Perkebunan karet dan sawit yang banyak terdapat di Kabupaten Muratara, dianggap belum mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Pasalnya, kedua sektor perkebunan ini sering kali mengalami turun naik harga.

“Jengkol itu bisa menghasilkan buah setelah umur empat tahun, tidak beda jauh dari perkebunan karet dan sawit. Dalam satu batang, jengkol bisa menghasilkan sekitar 20 kilo, bahkan lebih. Sekarang per kilo jengkol Rp60 ribu, jelas ini peluang menarik bagi masyarakat,” kata Sudirman, salah satu warga Desa Suka Menang, Jumat (21/4).

Masyarakat di desa ini mulai membuat kelompok untuk membudidayakan perkebunan jengkol. Warga mengaku, masih banyak lahan yang bisa mereka manfaatkan, dan kendala masyarakat saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan bibit.

“Itulah, kita masih bingung mencari bibit, sedangkan orang yang berkebun jengkol masih sangat langka. Harapan kami, kalau bisa pemerintah bisa membantu untuk menyediakan bibit dan membagikanya kepada masyarakat,” harapnya. (cj13)

Diskusi & Komentar

More News!