Warga Muratara Keluhkan Wabah Gatal-Gatal

TERCEMAR: Kondisi Sungai Rupit yang tercemar diduga akibat penambangan ilegal. Foto: Zulkarnain/Sumatera Ekspres

MURATARA-Sejumlah warga asal Desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, keluhkan sakit ‎gatal-gatal pasca mandi di aliran sungai. Warga mengaku, kejadian itu sudah terjadi dalam dua pekan terakhir. Warga menuding jika penyakit itu terjadi akibat pencemaran yang terjadi di aliran sungai.

Gatal-gatal, timbul bintik putih berisi air, dengan rasa panas meradang. Begitulah kondisi yang tengah dialami sejumlah warga di Desa Noman, yang terkena penyakit kulit.

Nardi, warga Desa Noman yang sempat dibincangi mengatakan, penyakit itu saat ini sedang menjadi trend di kampung halamannya. “Itu mungkin karena aliran sungai sudah tercemar. Karena rata-rata warga yang kena gatal-gatal ini, mandi di aliran sungai,” katanya.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah melalui Dinas terkait segera turun tangan. Karena penyakit gatal-gatal ini sudah cukup banyak dikeluhkan masyarakat. Warga menuding, maraknya aksi penambangan ilegal yang dilakukan di hulu aliran sungai menjadi faktor utama penyakit gatal-gatal ini. Karena saat ini, hampir setiap hari kondisi aliran Sungai Rupit yang mengaliri Desa Noman dalam keadaan keruh. (cj13)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Jumat (12/1). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!