Warga Pauh Keluhkan Jalan Poros Desa

HANCUR: Jalan poros penghubung antar desa yang kondisinya hancur sulit untuk dilalui. Foto: Zulkarnain/Sumatera Ekspres

MURATARA-Warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara keluhkan rusaknya akses jalan poros penghubung desa. Pasalnya, akses utama warga tersebut tengah mengalami kerusakan dan sangat sulit untuk dilintasi warga ketika musim penghujan.

Rahmad (24),warga Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir yang sempat dibincangi menuturkan, sebetulnya sudah ada jalan poros desa yang dibangun oleh pemerintah yang menghubungkan Desa Bingin Teluk dengan Desa Pauh. Namun, sejak puluhan tahun lalu jalan itu rusak dan tidak pernah tersentuh pembangunan. Untuk jalan alternatif, warga melintasi jalan perkebunan milik PT Lonsum, karena dianggap lebih dekat dengan permukiman warga.

“Kalau kami melintas jalan poros desa jalanya rusak dan jauh. Jadi banyak yang lewat jalan perkebunan, tapi jalan itu licin saat musim penghujan,” ucapnya.

Warga berharap, pemerintah daerah segera melakukan peningkatan terhadap jalan poros desa tersebut. Sehingga, warga tidak melalui jalan milik perkebunan yang dianggap rawan terjadi kecelakaan. (cj13)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Sabtu (14/10). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!