Waspada KLB, Siapkan Ruang Isolasi Khusus

Petugas medis melakukan operasi katarak saat baksos PT Pertamina RU III. Foto: Adi/Sumeks

PALEMBANG – Kasus difteri belum ditemukan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, sebagai upaya pencegahan dan antisipasi, RS Pertamina Plaju telah menyiapkan ruang isolasi khusus.

“Ruanganya sangat steril dan terisolasi dari pasien lain. Karena memang perlu penanganan yang serius untuk pasien difteri ,” ujar Direktur RS Pertamina Plaju dr Nanang Sugiarto MARS ditemui di sela-sela operasi bibir sumbing, hernia, dan katarak di ruangannya, kemarin (9/12).

Selain ruang isolasi, pihaknya juga terus meningkatkan kemampuan dari dokter yang ada terutama dokter spesialis anak dan tenggorok, hidung, dan telinga (THT). Karena memang, selain melalui udara, penyebaran yang sangat cepat melalui saluran THT.

Dikatakan, sejak beberapa tahun kasus ini sudah tidak ada lagi. Namun, beberapa hari terakhir, di Pulau Jawa sudah terdapat kasus tersebut. Sehingga ini bisa dikatakan kasus luar biasa. “Kalau sudah banyak, baru wabah. Untung masih baru, harus secepatnya dilakukan pencegahan,” terangnya.

Sementara itu, baksos diikuti ratusan masyarakat dari dalam dan luar Kota Palembang. Rinciannya, pasien operasi katarak sebanyak 150 orang lebih, operasi hernia 50 orang, dan bibir sumbing 30 orang.

GM Pertamina RU III Joko Priyono mengungkapkan, ini sebagai bentuk dan tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar sekaligus program Corporate Social Responsibility (CSR). Baik bidang pendidikan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat hingga kesehatan. “Kali ini bagian dari kegiatan untuk bidang kesehatan,” tukasnya. (afi/vin/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!