Wow… Dua Saudara Kandung Sama-cama Jadi Cagub

Abdul Gani Kasuba. foto: malut post/jpnn.com

TERNATE – Pilgub Maluku Utara tahun ini dipastikan berlangsung seru. Betapa tidak, dua saudara kandung sama-sama maju sebagai calon gubernur di provinsi pemekaran tersebut.

Mereka adalah calon petahana Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) yang diusung PDI Perjuangan dan, kabarnya, PKPI, serta pasangan Muhammad Kasuba-Madjid Husen (MK-Maju) yang didukung PKS, PAN, dan Partai Gerindra.

Abdul Gani Kasuba merupakan saudara kandung Muhammad Kasuba. Aroma persaingan kakak beradik dari klan Kasuba itu sudah dimulai jauh hari sebelum tahapan resmi Pilgub dimulai.

Kemarin (7/1), Kota Ternate diramaikan dengan aktivitas politik duo Kasuba. MK-Maju menggelar deklarasi, sementara AGK-YA melakukan konvoi setibanya dari Jakarta usai menjemput rekomendasi PDIP.

Dalam pidato politiknya, baik AGK maupun MK sama-sama menyatakan sikap siap saling lawan satu sama lain.

Deklarasi MK-Maju dipusatkan di Lapangan Sango, Kota Ternate Utara. Sejumlah petinggi pusat partai koalisi tampak hadir.

Sebut saja Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal dan Wakil Ketua DPP PAN Ali Taher Parasong. Deklarasi yang dihadiri ribuan massa pendukung itu berlangsung tertib dan damai.
Dalam orasi politiknya, MK yang juga mantan Bupati Halmahera Selatan itu memaparkan keberhasilannya memimpin Halsel selama dua periode.

Baca Juga :  Hati-hati... La Nyalla Bisa Salip Dua Cagub ini

Pada periode pertama, katanya, pemerintahannya fokus melakukan recovery sosial. Sedangkan pada periode kedua dilanjutkan dengan recovery ekonomi dan merancang perencanaan pembangunan Halsel selanjutnya.

”Karena itu saya bersama Madjid maju pada Pilgub dengan keinginan menguatkan kembali Malut yang memiliki sejarah kekuatan kejayaan ekonomi di masa kerajaan,” ungkapnya.

Kader PKS ini juga sempat menyinggung perubahan rekomendasi PKS yang dialihkan dari sang kakak AGK kepada dirinya. MK menegaskan, ia tak mau disebut merampas rekomendasi tersebut.

”Segala sesuatu terjadi dan tidak terjadi kecuali atas izin Allah SWT. Karena itu, tidak ada yang salah dan keliru. Yang ada adalah takdir Allah, karena Allah mengetahui apa yang terbaik dan tidak terbaik bagi hamba-Nya,” tuturnya.

MK juga menyinggung secara halus tentang masa kepemimpinan kakaknya. Secara tersirat ia menyebutkan, waktu memimpin bagi AGK telah berakhir.

”Setiap zaman ada lelakinya, setiap periode ada generasinya, dan setiap masa ada rajanya. Karena itu, pada zaman ini masanya kami berdua,” ujarnya.

Sementara MK menggelar orasi politiknya, AGK dan Yasin Ali yang menumpangi Sriwijaya Air akhirnya tiba di Bandara Babullah Ternate.
Pasangan yang secara mengejutkan berhasil mengantongi rekomendasi PDIP ini dijemput ribuan simpatisan yang telah menunggu selama berjam-jam di bandara. Konvoi sepanjang bandara-Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate Selatan pun dilakukan.

Baca Juga :  PAN Siap Gagalkan Hak Angket

Selain PDIP, AGK-YA juga mengklaim telah mengantongi rekomendasi PKPI. Itu berarti, PKPI tercerabut dari koalisi awalnya yang mengusung pasangan Bur-Jadi.

PDIP dengan 7 kursi di parlemen dan PKPI dengan 2 kursinya sudah cukup dalam memenuhi syarat pencalonan yang ditentukan KPU sebanyak 9 kursi.

AGK sendiri mengaku menghargai sikap politik adiknya yang tetap bersikeras maju dalam Pilgub. Ia juga menyatakan siap berhadapan dengan MK sebagai lawan politiknya.

”Sampai saat ini saya tidak pernah menyampaikan sesuatu yang bertujuan menghalangi sikapnya. Sebab bersaudara tetap saudara, tapi politik adalah politik, tidak mengenal saudara,” tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur Malut ini mengungkapkan kesiapannya untuk menang dan kalah dalam momentum Pilgub. Seandainya kalah dari MK pun ia mengaku akan tetap mensyukurinya.

”Semua rakyat yang menentukan. Saya hanya ingin pemimpin ke depan jangan mengedepankan emosional, sebab ini adalah negeri beradab. Karena itu saya tidak pernah merasa terganggu sedikitpun meskipun adik saya ikut bertarung,” tutur AGK. (udy/kai)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!