Wow… Puluhan Warga Datangi Mapolres, Ada Apa?

Warga yang mendatangi Mapolres Muba, Sabtu (19/8). foto: yudi afriandi sumeks.co.id

SEKAYU – Penangkapan Muklis (37) dan Sumiran (42), pelaku pembakaran Pos LSM JAMS dan Pos Desa, Jumat (18/8) kemarin, berbuntut panjang. Sebanyak 93 warga Desa Pangkalan Bulian, Kecamatan Batanghari Leko, mendatangi Mapolres Muba, Sabtu (19/8), sekitar pukul 14.25 WIB.

Mereka menumpangi puluhan kendaraan. Kedatangan mereka pun, mendapatkan pengawalan dan pengamanan ketat Polres Muba diback up personel Kodim 0401 Muba.

Warga menuntut kedua rekannya dibebaskan, yang ditahan di Polres Muba. “Kedua pos menjadi lokasi praktek pungutan liar (pungli) demi kepentingan pribadi,” teriak Husin, salah seorang warga yang ada.

Buktinya setiap kendaraan yang melintas, haruslah membayar Rp5 ribu-Rp150 ribu. Baik kendaran pengangkut barang, karet, sawit, serta minyak mentah.

“ Kita berharap kedua warga segera dibebaskan,” teriaknya lagi. “Mereka tidaklah bersalah,” teriaknya terus.

Kapolres Muba, AKBP Rahmat Hakim SIK didampingi Dandim 0401/Muba, Letkol CZI Mulyadi SIP berdiskusi dan mediasi dengan warga di aula Mapolres Muba.

Dalam pertemuan itu, Kapolres meminta masyarakat janganlah mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “ Jika ada permasalahan di desa, segera laporkan ke tiga pilar,” kata Kapolres.

Yakni Babinkamtibmas, Polsek Babinsa, Koramil serta Camat.“ Kalau ada permasalahan janganlah main hakim sendiri,” tegasnya. (yud)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!