Wow… Raih Medali di Asian Games, ini Bonus Atlet

Imam Nahrawi (enam dari kiri) bersama Muddai Madang (lima dari kiri). foto: istimewa

JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan memperlakukan secara spesial bagi atlet yang meraih medali di Asian Games 2018. Mereka tidak hanya menerima bonus dengan kenaikan 250 persen dari hajatan sebelumnya, tapi juga jaminan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan rumah. Totalitas perhatian ini diberikan karena pemerintah ingin atlet terpacu memberikan yang terbaik saat Indonesia menjadi tuan rumah ajang multievent elite antarbangsa Asia tersebut pada 18 Agustus-2 September di Jakarta-Palembang dan Jawa Barat serta Banten sebagai penopang.

“Sesuai Keputusan Presiden atlet berprestasi akan mendapatkan kenaikan bonus 250 persen tahun ini dari pada bonus sebelumnya. Selain bonus uang juga akan dijadikan PNS dan satu unit rumah dari Menpupera khusus untuk atlet. Jumlah bonus sedang kami hitung
dan kami telah mendapat jaminan dari Kemenkeu bahwa jika target emas terlampaui maka
berapapun dana akan disiapkan dari Kemenkeu,” terang Menpora Imam Nahrawi dalam acara Doa dan Dukungan Energi untuk Sukses Atlet Indonesia yang dihadiri Deputi II CdM Kontingen Indonesia Royke Lumowa, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edy Marsudi, Wakil Ketua KOI Muddai Madang, para pimpinan KONI, INASGOC, INAPGOC, legenda olahraga tanah air Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti, atlet, pelatih, pimpinan cabor, dan para sponsor di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3) malam.

Baca Juga :  Jangan Terlena Kokoh Peringkat 1 Dunia

Sekadar informasi, pada hajatan sebelumnya di Incheon, Korea Selatan, 2014, peraih emas mendapatkan bonus Rp400 juta untuk perorangan dan ganda, sementara untuk emas beregu lebih/tiga orang lebih masing-masing mendapatkan Rp200 juta. Lalu  peraih perak perorangan atau ganda dapat Rp200 juta kemudian perak beregu lebih/tiga lebih masing-masing dapat Rp100 juta. Kemudian peraih perak perorangan atau ganda Rp50 juta, adapun untuk beregu lebih/tiga lebih masing-masing mendapatkan Rp25 juta.

Sedangkan untuk emas Asian Para Games mendapatkan Rp200 juta, perak Rp90 juta, dan Rp45 juta untuk perunggu.

Kemudian untuk beregu lebih/tiga lebih masing-masing mendapat Rp100 juta untuk emas, Rp45 juta untuk perak, dan Rp22,5 juta untuk perunggu. Saat itu, Pemerintah keluarkan dana untuk bonus atlet, pelatih, dan asisten pelatih peraih medali Asian Games, sebesar Rp6.930.897.807. Uang itu didistribusikan kepada 54 atlet dan 19 pelatih serta asisten pelatih dari 10 cabang olahraga, termasuk untuk pajaknya.

Adapun bonus Asian Para Games 2014 total Rp 5.942.500.000, untuk 30 atlet dan 10 pelatih serta asisten pelatih. Total, Rp12,8 miliar dikeluarkan untuk bonus. Saat itu, Indonesia berada di peringkat 17 dari 45 negara dengan 4 medali emas, 5 medali perak, dan 11 medali perunggu. Sementara di Asian Para Games, Indonesia di peringkat ke-9 dari 41 negara dengan torehan 9 medali emas, 11 medali perak, dan 18 medali perunggu.

Baca Juga :  Hobi Catur? Ikuti Kompetisi ini

Tahun ini, Indonesia sebagai tuan rumah ditargetkan masuk 10 besar Asian Games 2018. Untuk capai itu, modalnya minimal mengoleksi 12 emas. Untuk memompa semangat atlet, Menpora mengaku negara sudah siapkan Rp60 miliar untuk bayar bonus atlet, pelatih, asisten pelatih, dan para pendukung tim. “Jika nanti bonus melampaui kebutuhan nominal itu maka akan disiapkan anggaran baru dari Kemenkeu. Bonus ini akan sama bagi atlet Asian Games dan atlet Asian Para Games ketentuan ini telah berlaku sejak olimpiade dan Paralympiade Brasil, SEA Games Singapura dan Kuala Lumpur hingga Asian Games Jakarta ini kita tidak membedakan sedikitpun,” tukas Menpora Imam.

Lanjut Imam, bentuk dukungan perjuangan atlet di medan tempur Asian Games juga akan datang dari daerah-daerah. Salah satunya dukungan moral dari aksi tanda tangan di enam provinsi yakni Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Surabaya, Bali dan Palembang. Diharapkan terkumpul dukungan tanda tangan minimal 50 juta masyarakat Indonesia sebagai simbol bahwa Asian Games dan Asian Para Games adalah gawe besar seluruh masyarakat Indonesia. Kemudian juga akan ada penggelindingan bola raksasa ke 34 provinsi sebagai simbol menyongsong Asian Games 2018.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana menambahkan, kegiatan ke daerah-daerah ini tanpa mengganggu dana APBN. “Murni dari sponsor-sponsor seperti Hydro Coco, Suzuki, GT Radial, Venom Audio, PT Indo Husada Hutama, Isuzu Astra Internasional, XL, MB Tech, Bank Mandiri, Bank BJB, total ada 46 sponsor yang mendukung kegiatan ini dan 50 juta masyarakat media sosial,” ucapnya.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!