Yuk, Belanja di 212 Mart

Grand opening 212 Mart di Hotel BestSkip, Ahad (13/5). foto: wendy sumeks.co.id

PALEMBANG – “Umat muslim, bersatu! Tak bisa dikalahkan!” teriak ratusan anggota Koperasi Syariah 212 Mart saat grand opening 17 gerai 212 Mart di Best Skip Hotel, kemarin (13/5). 12 gerai berada di bawah Palembang Unit Usaha Koperasi Konsumen Warmart Veteran Utama (WVU) dan 5 gerai Komunitas Daerah Sumsel (Komunitas Palembang IV, Komunitas Muara Enim, Komunitas Lahat dan OKU Timur).

Ke 17 gerai itu di antaranya 212 Mart Lemabang, Sudirman, Patal Pusri, Pasar Kuto, Basuki Rahmat, Pakjo, Bombat Musi Raya, Nigata Plaju, Musi 2, Poligon, Sukarami, Bukit Besar, Alhambra Belitang Raya, Natafari dan Tangsi Muara Enim, KMLD Lembayung Lahat, dan Bukit Lebar Prabumulih.

Koordinator Pusat Komunitas Koperasi Syariah 212, Eka Rusmiyanti mengatakan Palembang selalu buat gebrakan. “Palembang sempat menyelenggarakan tablig akbar terbesar di Indonesia. Lalu 212 Mart WVU pun menjadi yang pertama berdiri di Sumbagsel. Hari ini (13/5), grand opening 212 Mart terbesar dan terbanyak di Indonesia,” ungkapnya.

Dia menerangkan, 212 Mart merupakan koperasi yang lahir dari kekuatan umat. “Sadar karena keterpurukan ekonomi, jadi momentum umat Muslim untuk bangkit sebagai pelaku ekonomi Indonesia,” ujarnya. 212 Mart hadir untuk memajukan ekonomi umat, bukan untuk mematikan usaha masyarakat, tapi tumbuh hidup bersama.

Saat ini anggota teregistrasi mencapai 96 ribu dalam kurun waktu 1,4 tahun. Ada 200 komunitas dari Aceh sampai Papua. Selain itu di Arab Saudi, Turki, Malaysia, Qatar, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. “Jadi, 212 itu tak hanya di Indonesia, juga dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Tambah Usia, ini Kata Ketua KNPI Palembang

Namun, dia mengakui 212 Mart belum maksimal bergerak tapi sudah mendapat antusiasme luar biasa. Saat ini total omzet mencapai Rp143,9 miliar dan per 13 Mei ini sudah ada 161 gerai 212 Mart. “Ini bisnis bersama bukan perseorangan, tergantung konsisten atau tidak berbelanja di sini. Tidak dilepas, tapi support. Tugas investor sebagai pemilik, sebagai marketing,” tuturnya.

Umat muslim adalah konsumen terbesar, tapi tak punya toko. “Makanya kami sebut ini momentum kebangkitan umat. 212 Mart tak hanya bisnis duniawi atau materi, namun mencari ridho dan berkah,” ujarnya.

Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Palembang IV, dr Harun Hudari SpPD K-PTI FINASIM mengatakan, 212 Mart didirikan untuk mewujudkan kebangkitan ekonomi umat dan perjuangan umat Islam. “Dalam waktu dekat, kita berharap 212 Mart segera berdiri di setiap kecamatan, kelurahan, bahkan perumahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 212 Mart ini hanya menjual produk halal, tidak menjual rokok, minuman keras, dan sejenisnya. Kepemilikan juga tidak perseorangan, minimal dimiliki 100 jemaah. Keuntungan bukan cuma pemilik toko, tapi disalurkan kepada yang membutuhkan. “Jadi, berbelanja di sini untuk investasi dunia dan akhirat. Setiap waktu salat, transaksi akan dihentikan 15 menit. Pelanggan akan diajak salat karena sudah disiapkan musala,” terangnya.

Selain itu menghidupkan UMKM, yang boleh berjualan dengan sistem bagi hasil, tentunya kualifikasi tertentu seperti produknya mendapatkan izin. “Jadi kami tak mematikan warung-warung kecil, justru warung sekitar mendapat harga khusus saat berbelanja,” bebernya.

Baca Juga :  Yes... Petenis Putri ini Belum Terbendung

Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembinaan Sosial dan Masyarakat Kgs H Sadarudin MSi mengatakan, 212 Mart menawarkan kemudahan dan kenyamanan berbelanja. Ia berharap, Komunitas Koperasi Syariah 212 yang berjuang di bidang kebangkitan ekonomi umat, ekonomi umat bisa bangkit kembali, dan produk UKM lolos seleksi sesuai prinsip syariah.

Kepala Dinas Perdagangan Sumatera Selatan H Yustinus MSi mengatakan, siap mendampingi dan memberi pembinaan 212 Mart. Ia menyebut, Palembang memiliki 400 minimarket rinciannya 350 gerai minimarket jaringan nasional, 50 gerai lokal, ditambah 20 supermarket dan pusat perbelanjaan, dan 7 mal.

“Jangan pernah takut bersaing dengan jaringan nasional, siapkan legalitas dan perizinan. Kita juga harus berstrategi, dengan cara jangan monoton harus menghadirkan inovasi di gerai,” pungkasnya.

Ustaz H Koko Liem saat mengisi tablig akbar menyebut uang memang simbol kesuksesan. Namun, dia berharap orientasi bisnis tak hanya uang. “Tapi cari keberkahan,” ungkapnya. Selain itu, digelar pula stan bazar UMKM, pembagian 1.500 paket sembako untuk fakir miskin, yatim, duafa, dan santri penghafal Alquran, serta pemeriksaan kesehatan gratis. (cj16/fad)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!