Yuk, Cicipi Panorama Keren nan Eksotis di Tour de Bintan 2018

Ilustrasi.

BINTAN – Pernah dengar Lagoi Bay di Bintan? Destinasi yang ngehits dengan Tour de Bintan? Nah, 23-25 Maret 2018 nanti coba deh datang ke sana. Ada Tour De Bintan 2018 yang siap digelar. Destinasi bahari yang keren hingga landmark kota modern seperti di Singapura, dipastikan siap menyapa seluruh traveller dunia.

Soal panorama, jangan khawatir deh. Dijamin paten. Seluruh rider digaransi bisa berkompetisi sambil menjelajah destinasi wisata keren. Buktinya, Lagoi Bay serta Kijang disiapkan menjadi lintasannya.

“Lagoi Bay sudah mendunia namanya. Di Tour de Bintan 2018, pesona itu akan kembali kita expose,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira, Jumat (2/3).

Popularitas evennya pun sudah mendunia. Tour de Bintan sudah punya pamor. Punya audience. Punya nama besar. Di 2017 saja, Tour de Bintan sudah masuk dalam kalender balap sepeda dunia untuk kategori Grand Fondo World Series.

Jumlah pesertanya juga semakin meningkat. Pada 2016 ada 824 peserta, tahun 2017 pesertanya mencapai 1.045 dan diikuti 40 negara. Dan 2018, jumlahnya diyakini bakal lebih banyak lagi.

“Tahun ini negara terbanyak berasal dari Singapura sebanyak 20 persen. Yang kedua  dari Inggris sebanyak 16 persen, yang ketiga dari Australia sebanyak 12 persen. Sisanya 35 persen dari berbagai negara. Peserta Indonesia sendiri sebanyak 14 persen,” tambah Luki.

Baca Juga :  Saksikan Festival Bakar Tongkang, Datang ke Pulau Jemur

Bagi komunitas penggila balap sepeda dan turis-turis Singapura, ini adalah even yang sangat menyenangkan. Hanya di Bintan, semua rider bisa berkometisi sambil menjelajah destinasi wisata keren.

Karenanya, di edisi 2018 ini daya tariknya akan dieksplore abis. Penambahan jalur dilakukan. Destinasi keren lainnya juga ikut diperlihatkan. “Saya jamin bakal enjoy. Di 2018 ada Jalan Raya Kijang yang kita tambahkan sebagai jalur baru. Kita ingin mengenalkan lintasan Kijang. Kijang memiliki gedung-gedung unik seperti Gedung Tanjak dan masjid yang indah. Jalannya juga cukup baik menjadi jalur lintasan pesepeda,” tambahnya.

Start kompetisi dimulai dengan kategori Individual Time Trial sepanjang 17 kilometer. Rute yang memutari kawasan wisata Lagoi Bay tersebut bakal memanjakan mata para rider. Resort mewah, lapangan golf kelas dunia, pusat pertokoan modern berbalut alam yang asri hadir memanjakan rider-rider dunia.

Setelah menjelajah Lagoi Bay, keesokan harinya, seluruh rider diajak menerabas etape I. Semua akan diajak berpetualang di jalur 144 km. Setelah start dari Simpang Lagoi, peserta akan diajak berkompetisi sambil menikmati panorama eksotis di kawasan pariwisata Trikora.

Di sini, lagi-lagi para peserta akan dimanjakan dengan suguhan panorama yang keren. Nuansa pantai berpasir putih, hutan yang asri serta perkotaan bakal menemani para
rider sepanjang jalur perlombaan. Belum lagi batu batu besar yang ciamik di sepanjang Pantai Trikora.

Baca Juga :  Dongkrak Wisata Halal, Kemenpar Gelar Pertemuan GHTC di Malaysia

Setelah itu semuanya digiring melintasi Berakit, Kawal dan Bintan Buyu. Finish line-nya, mengarah ke Simpang Lagoi. Etape II juga nggak kalah serunya. Jalur sepanjang 111 kilometer siap menunggu untuk ditaklukkan. Setelah start dari Nirwana Garden’s, peserta akan kembali diajak menikmati keindahan Gunung Bintan, Busung, Tanjunguban dan Sekera, sebelum finish di Nirwana Gardens.

“Untuk kategori Discovery, rutenya 55 Kilometer. Start-nya dimulai dari Bandar Bintan Telani dan mengambil finish di Nirwana Gardens. Dijamin cool deh. Ada panorama pantai, bukit, perkotaan dan hutan yang bakal menemani sepanjang perlombaan,” terang Luki.

Perhelatan Tour de Binan disambut positif Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, sport tourism efektif untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia.  “Sport tourism efektif karena nilai media value, atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara,” terang Arief.

“Memang pemerintah daerah (Pemda) butuh modal besar di awal, akan berkorban dulu. Tapi memang seperti itu biasa. Uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari
Pemda, akan banyak sektor yang terlibat,” ujar Arief.

Ia menjelaskan modal dari sport tourism bisa melalui tiket, merchendise, dan yang paling besar ialah sponsor karena publikasi akan sangat besar. (*/kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!