Miris… Dua Tahanan Vietnam ini Kabur

Ilustrasi. dok jpnn

ANAMBAS – Korps Adhyaksa tercoreng dengan kaburnya dua tahanan Kejaksaan Negeri Ranai, Natuna.

Mereka adalah dua nakhoda Vietnam, Huang Anh Chrong dan Truong Van Thom yang berhasil melarikan diri saat hendak dibawa untuk ikut sidang di Kejaksaan Negeri Ranai, Natuna.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ranai di Tarempa, Bayanullah mengatakan, sesuai dengan laporan jaksa yang mendampingi kedua nakhoda Vietnam itu melarikan diri saat listrik padam di Kejaksaan Negeri Ranai, Kamis(27/4) lalu.

“Kedua nakhoda Vietnam itu merupakan tahanan dari Tarempa Anambas. Kita bawa ke Natuna untuk proses sidang karena persidangan tidak ada di Tarempa.

Sesuai laporan jaksa saya, jika kedua nakhoda Vietnam itu melarikan diri saat listrik padam. Saat kejadian kedua nakhoda itu masih ikut menyalakan genset,” ujar Kacabjari Tarempa, Bayanullah kepada sejumlah wartawan, Minggu (30/4).

Bayanullah juga menambahkan sesuai dengan laporan kronologis kejadiannya, Kamis sekira pukul 20.00 WIB petugas kejaksaan mengecek kelengkapan tahanan Vietnam.

Namun setelah dilakukan pengecekan ternyata ada 2 orang yg di duga hilang sehingga Pak Riski (Jaksa penuntut dari Tarempa) langsung melakukan pencarian.

Selanjutnya, menanyakan kepada masyarakat pesisir apakah ada pompong nelayan yang hilang? Namun nelayan mengaku tidak ada kehilangan kemudian menghubungi RRI untuk memberitakan tentang adanya dugaan 2 orang Vietnam tahanan kejaksaan yang kabur.

Baca Juga :  Akhirnya... Mantan Kepala BPN ini Ditahan

“Laporan kehilangan baru ada keesokan harinya setelah ada warga yang baru sadar ketika akan mengecek pompong tapi pompong warga tersebut telah hilang. Pompong itu berukuran sekitar 1 GT, kalau melihat kondisinya tidak mungkin sampai ke Vietnam naik kapal itu,” ujarnya.

Menurut Bayan, kemungkinan kedua nakhoda itu kabur menggunakan kapal pompong milik nelayan itu. Pasalnya ada warga yang melihat kedua nakhoda Vietnam menggunakan sepeda dan sepeda tersebut tinggal dilokasi dimana kapal pompong nelayan itu ditambatkan.

“Kemungkinan kabur menggunakan pompong nelayan itu,” katanya.

Saat itu kata Bayanullah, pihaknya langsung membuat surat permohonan bantuan kepada Lanal Natuna dan Polres Natuna. Daftar pencarian orang juga telah diterbitkan dan berharap kedua nakhoda kapal Vietnam itu belum jauh melarikan diri. Sampai saat ini tim gabungan dari Polres dan Lanal Natuna beserta kejaksaan juga masih melakukan pencarian.

“Upaya pencarian juga kami lakukan. Kami berharap jika ada masyarakat atau nelayan yang sedang melaut jika melihat adanya kedua nakhoda Vietnam itu segera melapor ke kantor polisi terdekat,” ujarnya.

Sebelumnya juga terjadi hal yang sama. Empat tahanan asal Vietnam kabur dari tahanan pada Senin (17/4) sekitar pukul 05.30 WIB. Jika ditambahkan dengan kaburnya dua tahanan yang baru maka saat ini sudah ada enam tahanan Vietnam yang kabur. (sya)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!