Bareskrim Dalami Kejanggalan di Laga MU Vs PSS

Ilustrasi

JAKARTA – Bareskrim Polri telah memeriksa Manajer Madura United FC Januar Herwanto dalam kasus dugaan pengaturan skor. Dalam pemeriksaan itu, Januar dicecar sebanyak 12 pertanyaan.

Menurut Januar, penyidik menanyakan perihal pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman. “Lalu pertandingan babak delapan besar lainnya,” ujar dia di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

Januar menyatakan, penyidikan terfokus kepada offsidenya pemain PSS Sleman yang tidak dianggap oleh wasit dan berujung gol bunuh diri pemain Madura Choirul.

Lalu, dalam pertandingan wasit meringis kesakitan yang kemudian diganti. “Waktu itu (wasit) pertama Fahreza kemudian cidera diganti Agung dan tercipta gol,” jelas Januar.

Januar mengaku cukup terkejut dengan adanya insiden itu. Bahkan, dia tidak menyangka anggota Exco PSSI Hidayat diduga terlibat. Hal itupun dia paparkan dalam pemeriksaan.

“Materinya sama di babak penyisihan dan delapan besar, jadi babak penyisihan itu sama seperti yang lalu saya katakan sempat ditawari untuk mengalah sama seorang exco yang sudah mengundurkan diri,” papar dia.

Diketahui, Bareskrim Polri mengagendakan pemeriksaan lima orang saksi terkait kasus dugaan pengaturan skor. Dari lima saksi, hanya tiga yang hadir, sementara dua lagi minta dijadwal ulang. (cuy/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!