Benarkah Cuka Apel Bisa Turunkan Berat Badan?

JAKARTA – Salah satu cara untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengubah pola makan. Mulai dari menghitung jumlah hingga menilai kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari. Bagi sebagian orang, minum cuka apel dipercaya bisa mewujudkan impian memiliki badan ideal.

Cuka apel merupakan produk olahan dari buah apel. Pertama-tama, air apel yang disaring dari buah apel difermentasi oleh ragi menjadi alkohol. Selanjutnya, alkohol tersebut difermentasi lagi oleh bakteri menjadi asam asetat (asam cuka), atau yang disebut dengan cuka apel.

Peran cuka apel untuk turunkan berat badan

Apakah betul cuka apel bisa menurunkan berat badan? Beberapa penelitian belum bisa menunjukkan secara jelas mekanisme manfaat dari cuka apel dalam menurunkan berat badan.

Namun, ada satu penelitian yang mengungkap bahwa kandungan asam asetat di dalam cuka apel dapat menurunkan kemampuan penyerapan karbohidrat. Seperti yang Anda ketahui, karbohidrat yang diserap dan ditimbun dalam tubuh dapat meningkatkan berat badan. Ada pula penelitian yang menyatakan bahwa cuka apel dapat membuat seseorang kenyang.

Selain itu, cuka apel dipercaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi cuka apel bersamaan dengan makanan tinggi karbohidrat memiliki kadar gula darah 55% lebih rendah dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi cuka apel.

Hal tersebut terjadi satu jam setelah orang tersebut makan. Kemudian, asupan kalori orang tersebut juga menurun hingga 200 sampai 275 kalori dalam satu hari yang sama.

Hubungan antara cuka apel dan obesitas juga pernah diamati oleh ilmuwan di Jepang. Mereka melakukan penelitian selama 12 minggu pada kelompok orang yang mengalami obesitas.

Hasilnya, konsumsi 1-2 sendok makan cuka apel setiap hari memberikan efek yang cukup signifikan pada penurunan berat badan, penurunan presentase lemak tubuh, penurunan ukuran lingkar pinggang, hingga penurunan kadar trigliserida darah.

Anjuran konsumsi cuka apel

Anda boleh saja mengonsumsi cuka apel dalam menu makanan sehari-hari. Namun, ada baiknya Anda mengikuti rekomendasi yang aman dalam mengonsumsi cuka apel berikut:

Hindari konsumsi berlebihan

Asam asetat di dalam cuka apel bersifat iritan. Minum terlalu banyak cuka apel berisiko menyebabkan iritasi pada lambung dan tenggorokan. Untuk mendapatkan manfaat penurunan berat badan, Anda bisa mengonsumsi 1-2 sendok makan cuka apel per hari dibagi dalam 3 waktu.

Dicampur dalam menu makanan

Perlu Anda ingat bahwa konsumsi cuka apel perlu dicampur dengan menu makanan lain untuk mengencerkan dan meminimalkan efek iritannya. Paling mudah, Anda bisa mencampurnya dalam satu gelas air putih. Selain itu, cuka apel bisa digunakan sebagai dressing pada salad sayur.

Jangan mengonsumsinya bersama obat atau suplemen

Cuka apel diduga memiliki interaksi dengan beberapa suplemen atau obat, misalnya obat-obatan diuretik atau insulin. Interaksi tersebut dapat menimbulkan penurunan kadar kalium dalam tubuh.

Pilih keasaman yang rendah

Cuka apel mengandung asam asetat. Pilihlah cuka apel dengan kadar keasaman 5 persen seperti pada cuka masakan.

Meskipun beberapa penelitian di atas menunjukkan bahwa konsumsi cuka apel dapat membantu menurunkan berat badan, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai mekanisme jelasnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengonsumsi cuka apel sesuai rekomendasi yang diberikan. Ingatlah juga bahwa pada prinsipnya, untuk menurunkan berat badan diperlukan kedislipinan dalam menjalankan pola makan sehat dan olahraga secara rutin.(RS/ RVS/klikdokter)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!