Bogor Siliwangi Akhirnya Bisa Tumbangkan Stapac

Bogor Siliwangi mengahadap Stapac. foto: kumaidi sumeks.co.id

SEMARANG – Bogor Siliwangi mencatatkan sejarah di IBL Pertamax 2018/2019. Untuk kali pertama selama berkompetisi di kasta tertinggi bola basket Indonesia, mereka mencuri kemenangan atas Stapac Jakarta. GOR Sahabat Semarang menjadi saksi sejarah itu diukir setelah Bogor Siliwangi menang atas Stapac 61-52 sabtu malam (1/12).

“Kami benahi kelemahan di laga sebelumnya. Terutama penurunan fisik di kuarter akhir. Kita sempat kecolongan dengan tiga poin mereka, tapi kemudian bisa kami atasi. Ini kali pertama kami menang atas Stapac di kompetisi. Mudah-mudahan hasil ini bisa mengangkat motivasi pemain di.laga berikutnya,” ungkap Asisten Pelatih Bogor Siliwangi Mario Sangor usai pertandingan.

Bogor Siliwangi sudah menunjukkan bahwa mereka tidak kalah kualitas dengan Stapac sejak kuarter awal. Di kuarter ini, mereka tancap gas kemudian menutupnya dengan kedudukan 17-11. Tabungan poin mereka terus melesat hingga kuarter kedua ditutup dengan skor 37-18. Stapac sempat memberikan perlawanan di kuarter tiga. Namun tetap saja mereka dipaksa akui keperkasaan Siliwangi 51-30. Dominasi Siliwangi atas Stapac terjaga hingga akhir pertandingan setelah kuarter keempat disukai dengan skor 61-52.

Kesuksesan Bogor Siliwangi ini tak lepas dari Martavious Irving. Pemain asing ini menyumbang 29 poin dan lima rebound untuk Siliwangi. Kemudian disusul Michael Vigilance Jr sebanyak 11 poin dan 15 rebound. Sementara dari Stapac, Savon Llyod Goodman menjadi penyumbang poin terbanyak dengan 14 poin dan 14 rebound. “Tugas saya adalah rebound dan defense. Kami main bagus di pertandingan ini karena kami memang harus menang. Saya tidak suka kalah,” ucap Vigilance.

Baca Juga :  Butuh Pengalaman Lady di Kejuaraan Basket Pelajar Asia

Selain kemenangan ini bersejarah bagi Bogor Siliwangi, juga sebagai momentum kebangkitan setelah sehari sebelumnya mereka tumbang kepada Bima Perkasa Jogja. Minggu siang, mereka akan sua Hangtuah Sumsel. Kedua tim sama-sama bangkit dari keterpurukan karena Hangtuah yang kalah di langka pertama mampu memetik kemenangan di laga kedua atas NSH Jakarta.

Pelatih Stapac Giedrius Zibenas secara gentle memuji permainan Bogor Siliwangi. Bahkan dia juga tak sungkan akui keunggulan lawan dan mereka layak memenangkan pertandingan ini. Situasi itu ditambah dengan cederanya pemain asing, Jordin Mayes. Akibat cedera, Jordin hanya bisa membantu Stapac selama delapan menit saja.

“Kami harus terima keadaan. Ada atau tidak Jordin, kami harus tetap main. Dalam bermain, kami andalkan kecepatan dan mobilitas yang tinggi. Pemain yang menentukan jalannya pertandingan karena pelatih hanya membantu saja,” ucap Zibe. “Kami main terlalu soft di awal. Terutama di transisi defense. Kami sudah berusaha keras mengejar ketertinggalan untuk menang,” ungkap Pemain Stapac Widyanputra Teja. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!