Capaian Imunisasi MR Jakabaring Terendah

DIALOG: Wawako Palembang Hj Fitrianti Agustinda berdialog dengan perwakilan Puskesmas Pembina di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, kemarin (22/10). Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG- Meski pelaksanaan imunisasi MR (measles-Rubella) dilaksanakan serentak di Kota Palembang, ternyata realisasi atau pencapaiannya di Kecamatan Jakabaring tidak sampai target. Dimana dengan target sebanyak 10.500 anak, hingga kemarin (22/10), baru sekitar 3 ribuan anak saja yang sudah di-vaksin. Dan angka tersebut, merupakan yang terendah di kecamatan dalam Kota Palembang.
“ Dari awal target kita ada 10.500 anak yang akan diimuniasi MR, tapi sampai sekarang baru sekitar 30 persen atau setara dengan 3.000-an anak saja yang mengikutinya. Karena itu, ini pencapaian terendah se-Kota Palembang,” ungkap Kepala Puskesmas Pembina, dr Ervina Umar MKes ditemui di sela-sela kunjungan Wakil Walikota Palembang, Hj Fitrianti Agustinda di Kelurahan Silaberanti, kemarin.
Menurut Ervina, minimnya jumlah anak yang mengikuti imunisasi ini karena kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah dan juga pengetahuan dari orangtua atau wali murid terkait imunisasi MR. “ Kita sudah melakukan pendekatan dan penjelasan ke pihak sekolah dan orangtua, tapi tidak berpengaruh banyak. Terlebih lagi, ini sifatnya bukan paksaan dan harus ada persetujuan dari orangtua atau wali murid,” ulasnya.
Sementara itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah capaian ini dengan terus melakukan sosialisasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah yang siswa atau anak didiknya belum diimuniasi. “ Kita juga jemput bola ke sekolah. Paling tidak, ini akan terus menaikkan pencapaian,” harapnya.
Wawako Palembang, Hj Fitrianti Agustinda mengatakan, terkait minimnya capaian dari imunisasi MR di wilayah Kecamatan Jakabaring, pihaknya akan melakukan kajian dan menindaklanjuti hal tersebut. Ini juga termasuk dengan meminta pihak sekolah untuk lebih proaktif lagi mensosialisasikannya ke masyarakat terutama orang tua murid.
“Kalau masih ragu, kita akan panggil pihak sekolah dan kepala sekolah dimaksud. Dengan begitu, pelaksanaan imunisasi bisa lebih gencar lagi. Apalagi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan pandangannya bahwa imunisasi MR tersebut diperbolehkan selama belum ada yang lain,” tegasnya.
Selain berdialog dengan satuan kerja perangkat dinas (SKPD) dengan pihak kecamatan dan kelurahan, juga sempat mengunjungi kediaman RT 30 Kelurahan Silaberanti dan lokasi pembangungan NUS dan UMKM setempat.
Terpisah, Pemerintah kota Palembang terus mengkaji ulang masalah program Imunisasi Masal Measles Rubella (MR) dikota Palembang agar bisa dituntaskan 100 persen diakhir tahun 2018. Dari hal ini pentingnya kesehatan dan keselamatan anak-anak dari penyakit tersebut ternyata harus menjadi fukus utama dari camat dan kelurahan untuk mensosialisasikannya.
Walikota Palembang Harnojoyo akan mengintrusikan tim untuk segera menuntaskan imunisasi ini. Khusunya Dinas Pendidikan harus berperan. Dengan waktu yang tersisa ini, camat harus membantu agar semua bisa terselesaikan dan tercapai. Terlebih, MUI dan Menteri Kesehatan telah menjelaskan imunisasi ini tidak berbahaya.
“Saya intruksikan agar Dinas Pendidikan untuk segera mengumpulkan kepala sekolah agar mengajak dan memberikan keyakinan kepada wali murid untuk memberikan kesediaan anaknya untuk di imunisasi,”jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Letizia menegaskan pihaknya telah bekerja semaksimal mungkin untuk mencapai targte imunisasi MR ini. Namun ada beberapa kendala yang secara langsung ada penolakan dari orang tua dan sekolah karena ada rasa ketakutan. Meskipun di MUI ada larangan karena belum ada fatwa yang menjadikan proses ini lambat, namun untuk sekarang sudah ada fatwa tersebut. “Berdasarkan intruksi Walikota kami akan segera melaksanakanya bersama camat dan Dinas terkait,”tutupnya.(afi/lia)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!