Empat Warga yang Dipasung Akhirnya Dibebaskan

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terus berupaya membebaskan orang-orang yang dipasung oleh keluarga mereka. Dinkes turun sampai ke Pulau Bawean. Di sana, masih ada tujuh orang yang dipasung. Empat di antaranya siap dilepaskan dari pemasungan.

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat itu tidak serta-merta bisa dibebaskan. Pasien harus menjalani tahapan pengobatan lebih dulu.

”Jika kondisi makin bagus, bisa siap dilepas,” kata Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Gresik Moh. Nukhan kemarin.

Menurut dia, Gresik menuju bebas pasung pada 2019. Sudah dikirim petugas ke berbagai wilayah.

Untuk Bawean saja, ada dua petugas. Dua petugas itu bersama perangkat desa setiap hari mengunjungi keluarga pasien.

Sebab, penyembuhan ODGJ berada di tangan keluarga. ”Petugas hanya memberikan edukasi,” ujarnya.

Dengan tahapan yang benar, pasien diharapkan bisa sembuh seperti orang normal. Nukhan mencontohkan pasien bernama Naimah. Perempuan asal Kecamatan Tambak itu dulu berprofesi guru. Pikirannya terganggu hingga stres.

Namun, dengan penanganan yang benar, Naimah bisa pulih. Malah, dua bulan setelah dibebaskan, dia kembali mengajar.

”Bukan di sekolah. Dia mengajar anak-anak di sekeliling rumahnya,” jelasnya. Contoh lain, Rosidi. Setelah enam bulan dilepas, dia sudah bekerja sebagai nelayan di Sangkapura.

Nukhan menjelaskan, setiap pasien bisa berbeda. Ada yang membutuhkan waktu lama, ada yang cepat. Misalnya, Majid. Pada 2017, dia melempari petugas kesehatan yang datang ke rumahnya.

Sekarang sudah tidak begitu. Perilakunya perlahan membaik. ”Tetapi belum bisa dibebaskan,” imbuhnya.

Nukhan mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memaksimalkan upaya penyembuhan.

”Perlakukan orang dengan gangguan jiwa seperti orang biasa. Jangan malah dikucilkan. Kalau bisa, perlahan diajak berbaur dengan dunia luar,” jelasnya.

Di seluruh Gresik, masih ada 824 OGDJ. Dinkes justru khawatir. Keluarga yang tidak peduli akan memperkeruh suasana.

”Takutnya kasus pasung terjadi lagi. Sebaiknya lapor ke petugas puskesmas,” tegasnya. Petugas akan membantu penanganan. Ada obatnya juga. Sebulan sekali ada program pemberdayaan OGDJ. (son/c19/roz/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!