Fraksi PKS Beri Hadiah Umrah untuk Miftahul

BERBAGI : Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini (kiri) didampingi Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Salim Segaf Al-Jufri (kanan) saat menyerahkan hadiah umroh kepada Pejudo putri Indonesia Miftahul Jannah Atlet Judo Asal Aceh yang diterima oleh orang tuanya Salimin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rabu (10/10).FOTO :CHARLIE/INDOPOS

JAKARTA – Atlet blind judo Miftahul Jannah gagal bertarung untuk membela Merah Putih di ajang Asian Para Games 2018. Keengganannya melepas jilbab membuat atlet asal Nangroe Aceh Darussalam (NAD) itu didiskualifikasi. Namun, Miftahul justru banjir pujian atas konsistensinya berhijab. Bahkan, kini berbagai tawaran umrah menghampirinya.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) termasuk yang memberi hadiah umrah untuk Miftahul.  Pemberian hadiah umrah kepada Miftahul dilakukan di ruang Fraksi PKS DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/10).

Namun, Miftahul tidak hadir pada penyerahan hadiah dari Fraksi PKS DPR. Sebab, dia belum bisa meninggalkan hotel tempat kontingen Indonesia menginap dan masih ada agenda  lain. Hanya ada ayah Miftahul, Salimin yang datang mewakili untuk menerima hadiah umrah secara simbolis. PKS juga mempersiapkan segala dokumen administrasi untuk keberangkatan Miftahul.

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini menyatakan, sikap Miftahul dalam memegang prinsip sanggat luar biasa dan bisa menjadi teladan bagi  semua pihak, terutama dalam konteks pengamalan agama maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Miftahul juga menjaidi teladan bagi generasi milenial.

“Negara ini akan bubar jika warga negaranya sudah tidak lagi memegang prinsip. Maka ketika ada remaja putri muslimah yang menunjukkan kokohnya memegang prinsip kami sangat hormat dan apresiasi agar menjadi teladan bagi generasi milenial,” ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I DPR itu mengaku berempati atas dilema yang dialami Miftahul. Menurutnya, Miftahul dihadapkan pada pilihan yang sulit. Di satu sisi, Miftahul  bersemangat membela bangsa dan negara untuk mendapatkan medali. Tapi, di sisi lain dia tidak mau menanggalkan hijabnya sebagaimana aturan di judo.

“Ini sangat kami apresiasi. Maka untuk menghibur meski tidak bisa mendapatkan medali emas bagi Indonesia, insyaallah Miftahul Jannah dapat kesempatan emas berdoa di depan Multazam,” kata Jazuli.

Sedangan Salimin nampak terharu dan berurai air mata. Dia berucap singkat bahwa Miftahul sangat senang dengan hadiah umrah, sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fraksi PKS DPR.(boy/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!