Gadaikan Mobil, Benny Terancam 4 Tahun

SIDANG: Tersangka kasus penggadaian mobil saat disidang di PN Klas 1A Palembang bberapa waktu lalu. Foto: Dila/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Benny William terancam empat tahun penjara. Lantaran pria warga Jl PSI Lautan Lr Sei Kelutum No 207 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat II menggadaikan mobil Avanza milik Ade Irawan. Pada lanjutan persidangan yang diketuai hakim Yohanes yang beragendakan keterangan saksi korban di Pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang tersebut terungkap bahwa mobil tersebut sudah digadaikan sejak 2012 lalu.

Pada keterangan saksinya Ade mengatakan, pada 2012 terdakwa bekerja freelance. Namun untuk memudahkan mobilitas dan kasian terdakwa, Ade meminjamkan mobil kepada terdakwa. Namun berjalannya waktu, mobil tersebut digadaikan terdakwa kepada anggota TNI. “Dia mengaku sudah mengadakan kepada tentara sebesar Rp 30 juta dengan alasan anaknya sakit dan butuh biaya,” katanya.

Diungkapkan Ade, hingga saat ini tidak ada itikad baik dari terdakwa untuk mengganti kerugian dan perdamaian.

Padahal dirinya sudah cukup sabar dan menunggu itikad baik dari terdakwa ini. Bahkan meski sudah digadaikan sejak tahun 2016 lalu, baru tahun 2018 ini kasusnya di laporkan. “ Ya kita sudah baik-baik meminta agar mobil ini dikembalikan saja. Tapi tidak ada respon,

Usai mendengarkan keterangan saksi, hakim menanyakan kepada terdakwa apakah ada keterangan korban di sangkal. Terdakwa mengungkapkan bahwa dirinya bukan karyawan melainkan bekerja secara freelance.

Perbuatan terdakwa oleh JPU Selly Agustina SH dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan anacaman penjara maksimal 4 tahun. “ Untuk dakwaannya, kita gunakan pasal 372 KUHP. Tentang bersalah atau tidak terdakwa tadi, biar proses hukum dan majelis hakim yang memutuskannya,” ujarnya saat membacakan dakwaan di persidangan yang digelar di PN Palembang, kemarin (13/9) sore.

Disebutkan oleh Selly, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara meminjam mobil untuk mengurus izin dari pembangunan tower dari provider telekomunikasi. Apalagi, selama ini, saksi Ade Irawan melihat dalam mengurus izin tadi sering merental mobil. “ Membantu terdakwa yang mengurus izin dari provider untuk saksi korban Ade Irawan, lantas dipinjamkan mobil tadi. Hanya saja, oleh terdakwa mobil tadi digadaikan ke seseorang yang merupakan oknum TNI AD dengan nilai Rp 30 juta. Tapi hingga kasus ini dinaikkan, kerugian saksi korban mencapai Rp 100 juta dikarenakan mobil tadi belum juga dikembalikan,” tukasnya. (Yun)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!