Ini Curhatan Petani Muratara

Ilustrasi. foto: zulkarnain sumeks.co.id

MURATARA – Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Muratara, fokuskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) guna mendobrak sektor pemanfaatan lahan terlantar. Pasalnya, sampai saat ini banyak masyarakat Muratara beranggapan, profesi petani merupakan pekerjaan sampingan yang tidak bisa diandalkan menjadi sumber penghasilan.

Daut (63), petani asal Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir menuturkan, saat ini rata-rata petani di Kabupaten Muratara hanya mengandalkan peralatan manual untuk menggarap lahan mereka. Warga mengaku tidak terlalu mengenal teknik pertanian modern yang berkembang saat ini.

“Kami cuma pakai arit samo cangkul itulah kalau betani, abis itu lahan dibakar dulu baru ditanam. Hasilnya kami bisa panen satu kali dalam setahun, tidak cukup untuk seluruh kebutuhan idup cuma sekedar bisa makan,” kata Daut, Rabu (31/5).

Dia mengatakan, menjadi petani itu merupakan profesi sampingan yang tidak bisa diandalkan. Itu lantaran, hasil pertanian yang mereka geluti tidak pernah membuahkan hasil yang maksimal. (cj13)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!