Jadi Guru Sekaligus Teman

Sosok ibu di mata sang anak sangat besar peranannya. Seorang ibu menjadi panutan, perawat hingga pustaka pertama sang anak. Di 22 Desember mendatang diperingati sebagai Hari Ibu. Bagaimana tanggapan anak-anak soal ibu mereka.

BAGI Utami, siswi kelas IV SDN 6 Palembang, sosok ibu adalah segalanya. ‘’Ibu bukan hanya sekadar orang tua, tapi juga guru dan sahabat, yang setia menemani saya dalam suka dan duka,” ujarnya.

Bersama ibu, dirinya diajarkan mengerjakan PR, belajar bersama, bahkan bermain bersama terutama saat sore dan malam hari. “Bahkan kalau ibu dan ayah libur, kita sering diajak jalan-jalan,” katanya lagi.

Momen di Hari Ibu ini, Utami mengaku akan memberi kejutan. ‘’Saya mau membuat lukisan sesuai kemampuan saya. Saya juga akan lukis ayah, ibu, adik, dan saya. Lukisan ini akan saya warnai dan diberikan ke ibu,’’ katanya.

Selain itu, lanjut Utami, ia bersama adik dan ayahnya akan membuat kejutan buat ibunya. “Ayah sudah pesen nasi tumpeng. Nanti mau dikasih ke ibu,” terangnya.

Hal senada diungkap Citra, pelajar kelas 5 SD. Dirinya mengaku, di hari ibu, dia mau bangun pagi lebih awal dari ibunya untuk beri kejutan. “Saya akan belikan ibu kue ukuran kecil lalu disusun,’’ ujarnya.

Kue susunan Citra bersama kakak dan ayahnya akan diberikan ke ibu. ‘’Semoga ibu senang dengan kejutan kecil ini,’’ katanya.

Lain lagi dengan Latifah (12). Baginya ibu adalah wanita hebat. ‘’Saya sangat sayang ibu, walaupun sering kena marah tetapi saya yakin apa yang ibu lakukan semuanya untuk kebaikan saya,’’ katanya.

Bersama sang ibu, dia bisa cerita segalanya. Tak ada yang ditutup-tutupi. ‘’Ibu sering memberi nasihat dari cerita saya, kadang kami juga tukar pikiran, pokoknya tanpa ibu saya akan sangat sedih,’’ ujarnya.

Senada dengan Hari (11), pelajar SD kelas V. Dirinya pun menganggap ibu adalah segalanya. ‘’Semua masalah saya ceritakan ke mama, mama adalah penjaga rahasia sejati. Mama tahu sekali apa yang saya mau dan mama tak pernah ingkar janji,’’ katanya.

Dikatakan, dari sang mama lah, dirinya tahu segala hal. ‘’Mama mengasuh saya sejak kecil dengan penuh kasih sayang, kalau saya malas makan berbagai upaya dilakukan mama agar saya mau makan, pokoknya mama is the best,’’ katanya.

Bagi anak, ibu adalah sosok wanita panutan, paling ramah, pemberani, dan penyabar. Ibu adalah malaikat Tuhan yang turun ke bumi, meski tak memiliki sayap, tapi dikaruniai hati mulia.

Pengorbanan dan kasih sayangnya sama besar. Tak jarang ibu berbohong kepada anaknya, ia rela memberikan porsi makannya untuk anaknya dan berkata “makan saja nak, ibu sudah kenyang”. Pengorbanan seperti itulah yang membuat kita percaya bahwa ia adalah sosok malaikat yang nyata.

Psikolog RS Hermina dan Klinik Magna Penta, Anrilia Ema SPsi MEd mengatakan, peran ibu dalam suatu keluarga sangat besar. Ibu bisa ceritakan ke anak sejarah mengapa ada Hari Ibu. ‘’Minta mereka sebutkan apa saja peran ibunda bagi mereka,” katanya.

Selain itu, ayah bisa janjian dengan anak – anak memberikan kejutan kecil untuk ibu. Misalnya membuat gambar dan tulisan untuk ibu, yang menyatakan rasa sayang pada ibu.

Peringatan Hari Ibu agar lebih memiliki makna bagi anak – anak, sebaiknya diperingati melalui cara pendidikan. Untuk menumbuhkan kasih sayang mereka kepada ibunya. “Agar menambah pengetahuan orang tua dalam memaknai peringatan Hari Ibu yang dapat ditanamkan saat mendidik anak,” katanya. (nni/wly/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!