Jalan Ditutup, Warga tak Bisa Melintas

Seorang lansia yang sakit harus digendong untuk melintasi jalan utama karena pagar pengembang menutupi jalan. foto: evan zumarli sumeks.co

PALEMBANG – Warga RT 11 Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning mengeluhkan ketiadaan akses jalan di dekat Sungai Lebong Kait. Sehingga, warga harus berjalan cukup jauh untuk bisa mencapai akses jalan utama. Pasalnya, salah satu pengembang perumahan telah membuat tembok tinggi untuk perumahan hingga mepet ke bibir sungai tersebut. Ini membuat warga mengadukan hal ini ke pihak kelurahan Pipa Reja dan bhabinkamtibmas Polsek Kemuning.

”Karena ada tembok perngembang ini kami harus memutar jalan untuk ke jalan utama,” ujar Sundari, warga sekitar. Padahal, saat itu, ibunya sedang sakit sehingga terpaksa digendong untuk menjangkau jalan utama yang cukup jauh. “Permintaan warga tidak banyak, hanya meminta sedikit akses jalan ke jalan utama,” harapnya.

Keluhan ini , langsung ditanggapi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Kemuning beserta jajaran Kelurahan Pipa Reja, kemarin (3/12). Bhabinkamtibmas Polsek Kemuning, Aiptu Johan mengatakan, memang keadaan di lokasi yang dilaporkan warga saat ini tertutup oleh pagar dari pengembang hingga ke bibir sungai. Sehingga mempersulit warga di belakang perumahan tersebut untuk menyeberang ke jalan utama.

“Kita sudah cek ke lokasi ternyata memang pagar dari perumahan tersebut dibangun hingga ke bibir sungai. Nah, ini kan menyalahi, harusnya diberikan spare untuk bisa dilalui, terutama untuk akses petugas membersihkan aliran sungai sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  Rubuhkan Pohon, Dirikan Tenda, Blokir hingga Jenazah Ditemukan

Saat ini, pihaknya telah berkordinasi dengan Lurah Pipa Reja dan sudah melaporkan hal ini ke Sekda Kota Palembang. Namun pihak pengembang bersikeras tidak mau menggeser pagar yang sudah mereka dirikan.

“Kita sudah laporkan, dan perintah sekda pagar memang harus digeser menjauhi bibir sungai, namun pihak pengembang memberikan solusi lain yakni membuatkan jalan cor, sekitar satu meter lebih diatas aliran sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Pipa Reja, Subhan mengatakan jika sebenarnya tidak ada jalan akses yang ditutup. Hanya saja warga RT 11 meminta pengembang untuk memberikan sedikit jalan bagi warga RT 11 agar bisa melintas ke jalan utama.

“Sebenarnya memang tanah tersebut milik pengembang, jadi kita tidak bisa memaksa pengembang untuk memberikan tanahnya untuk akses jalan, hanya saja, kami sedang mengupayakan agar pengembang mau menggeser pagarnya untuk bisa digunakan oleh petugas untuk membersihkan aliran sungai,” jelasnya.

Menurutnya, jelas aliran sungai ini harus dibersihkan. Tapi jika pagar mereka dibangun mepet dengan bibir sungai, bagaimana petugas bisa masuk untuk membersihkan.

“Sebelumnya sudah diperintahkan oleh wakil wali kota kepada pengembang, agar menggeser sedikit pagar, paling tidak masuk gerobak kecil untuk mengangkut sampah, namum tidak diindahkan,” terangnya.

Baca Juga :  Akhirnya... Jl Jepang Diperbaiki

Pihaknya pun hanya bisa menunggu hasilnya bagaimana. Yang jelas pihak kelurahan juga tidak bisa memaksakan kehendak warga dengan mengambil hak pengembang juga. Solusinya, pihaknya hanya bisa menyarankan kepada pengembang untuk memberikan jalan untuk membersihkan sungai, karena memang dalam aturannya harus begitu.

“Ke depan apakah jalan tersebut digunakan warga, ya kita tidak bisa melarangnya juga,” tutupnya.

Sementara pihak pengembang belum berhasil dikonfirmasi masalah ini. Nomor ponsel pengembang yang coba dihubungi beberapa kali belum juga mengangkat. (cj15/lia)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!