Korban Hilang Kapal Meledak di Sungai Musi Ditemukan

Asap hitam membumbung tinggi dari arah perairan Sungai Musi di bagian hulu Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan. Rupanya, dua kapal motor sungai jenis jukung terbakar. Mengeluarkan suara ledakan. Foto: Alfery/Sumeks

PALEMBANG – Tiga hari menghilang, Zulman (30) operator stasiun pengisian bahan bakar (SPBB) terapung yang ikut terbakar setelah kapal Mulya Jaya meledak di perairan Sungai Musi Palembang, Kamis (20/12) lalu, akhirnya ditemukan.  Zulman diduga ketika terjadi ledakan terlempar ke sungai dan hilang.

Korban Zulman saat dievakusi tim SAR. Foto: repro video Basarnas Palembang.

Tim gabungan Satpolairudresta, Basarnas, dan Lanal menemukan jasad Zulman di bawah Puskesmas terapung 14 Ulu, Palembang. Humas Kantor SAR Palembang Perry Irawan mengatakan, Zulman ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian dengan kondisi mengapung menggunakan baju hitam dan celana hitam.

Kapal yang meledak dan terbakar di perairan sungai Musi, Kamis (20/12). Foto: Irwansyah/Sumeks

“Hari ketiga korban ditemukan tewas mengapung sekitar pukul 15.40 WIB dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang,” kata Irawan.

Seperti diwartawan, dua kapal motor sungai jenis jukung terbakar saat mengisi minyak di SPBB terapung di Kelurahan 4 Ulu milik Hafiz (35), warga Jl Seruni Kompleks Perum Dosen Unsri ikut hangus. Insiden itu terjadi Kamis (20/12) pukul 15.00 WIB.

Ceritanya, jukung Jasa Mulya trayek Karang Agung-Palembang dengan empat awak, yakni Har (21), Hendra (34), Roni (21), dan Turo merapat ke SPBB tersebut. Sebanyak 10 drum yang dibawa jukung itu, diisi solar. Sedangkan 10 drum lainnya diisi premium.

Selesai melakukan pengisian, jukung tersebut hendak bertolak kembali ke Karang Agung. Saat mesin kapal distarter, tiba-tiba muncul percikan api. Menyambar drum-drum berisi minyak. Seketika api membesar. Kapal pun terbakar dan meledak.

Hendra, pengurus jukung Jasa Mulya terluka ringan. Har (21), anak buah kapal (ABK) luka bakar 80 persen. Roni (21), ABK, luka bakar 60 persen (di RSMH). Satu lagi, Turoh (45), selamat.

Kobaran api yang begitu besar membuat SPBB terapung itu, ikut terbakar. Jukung Sumber Agung yang ada di belakang jukung, ikut dilalap sijago merah. Persisnya di bagian lambung kiri. Serang jukung Sumber Agung, Herman, berikut tiga penumpangnya, Bowo, Rohman, dan Dafit jadi korban.

Warga yang beraktivitas di sekitar lokasi ketakutan. Apalagi, jukung Jasa Mulya yang terbakar perlahan terbawa arus melewati bawah Ampera. Mengarah ke Ilir. Kejadian itu pun jadi tontonan warga. Arus lalu lintas yang melewati jembatan ampera macet total.

Suara ledakan mengundang perhatian masyarakat. Jukung tersebut akhirnya tenggelam di kawasan 13-14 Ulu. “Ledakan terdengar lebih dari lima kali. Sekitar tujuh kali kalau tidak salah,” ujar Wawan (35), warga setempat.

Sementara piket SPKT Polresta Palembang dan Tim Identifikasi pimpinan Ipda Riduan dan Ipda Agus Wijaya SPsi langsung lakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). “Kami sudah lakukan identifikasi dan olah TKP. Dua korban luka bakar. Mengenai penyebab percikan api masih terus kami selidiki,” ujar Kepala SPKT Polresta, Ipda Riduan didampingi Kanit Identifikasi, Ipda Agus Wijaya.

Kasat Polair Polresta Palembang Kompol Yudho Winarno mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui insiden itu. Sedangkan operator SPBB terapung, Zulman (30). Diduga, ketika terjadi ledakan, korban terlempar ke sungai dan hilang. (jul/tim se)

 

 

 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!