Mobkas ”Legend”, di Bawah 100 Juta

MOBIL BEKAS: Jelang Lebaran, permintaan akan mobil bekas masih rendah. Belum bergairah sejak awal tahun lalu. Kelesuan bisnis mobil bekas ini, sudah terjadi sejak empat tahun lalu. FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS

PALEMBANG – Penjualan mobil bekas (mobkas) di Kota Palembang, masih belum bergairah. Termasuk jelang momen Lebaran, bahkan sepi sejak awal tahun lalu. Pelaku bisnis otomotif masih berharap mukjizat peningkatan jelang Lebaran, melihat tradisi mudik dari masyarakat.
“Dulu biasanya sejak awal Ramadan sudah banyak terjual. Sekarang, 1-2 unit mobil saja susah dijual,” tutur Marlina, administrasi showroom Sumatera Motor, di bilangan Jl Veteran, Palembang, kemarin (2/6).
Tidak bergairahnya bisnis mobkas alias used car, menurut Marlina sudah dirasakan sejak tiga tahun terakhir. Permintaan terus menurun, karena faktor harga komoditi seperti karet dan kelapa sawit yang anjlok. “Sebab biasanya yang banyak membeli mobil bekas ini, konsumen dari daerah,” ungkapnya.
Mengenai mobkas yang paling dicari konsusen, kata dia masih seperti Daihatsu Xenia, Toyota Avanza dan Innova, serta Rush. Mobil jenis low multipurpose vehicle (LMPV) ini, jadi pilihan karena muatannya lebih besar untuk dibawa mudik Lebaran, juga tujuh seat.
Termasuk jenis low cost green car (LCGC), seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. “Selain itu, sebagian konsumen juga mencari mobil dengan harga dibawah Rp100 juta. Semoga beberapa hari ke depan, mulai terlihat peningkatan konsumen yang membeli kendaraan untuk kebutuhan Lebaran,” harapnya.
Mengenai pembayaran, konsumen kini lebih memilih kredit. Namun pihaknya juga tidak bisa sembarang memberikan kredit, agar tidak menderita kerugian di belakang hari. “Seperti biasa, kita harus survey terlebih dahulu mengenai calon konsumen. Untuk DP, biasanya 25 persen dengan tenor angsuran lima tahun,” pungkasnya.
Sementara administrasi dari Panca Jaya Mobilindo, Rahmat mengaku sudah ada beberapa konsumen yang membeli kendaraan untuk mudik Lebaran. Yang dicari, masih seperti jenis Avanza, Xenia, dan Innova. “Memang jenis seperti ini yang dicari dari tahun ke tahun,” kata dia.
Sebenarnya, sambung Rahmat, penjualan mobil bekas seperti ini tidak bisa diprediksi. Jika sedang ramai dan komoditi karet mahal, pasti permintaan tinggi. Karena banyak konsumen yang ingin menukar kendaraan lamanya, dengan yang lebih muda. “Tapi banyak juga, yang baru sekedar datang bertanya-tanya,” ucapnya.

Baca Juga :  Harga Karet Diskriminasi, Dewan Sidak

Hendra, calon konsumen yang ditemui, mengaku tengah mencari mobil bekas murah dengan harga dibawa Rp100 juta sesuai budget. Tapi sayangnya belum ada yang cocok, karena harga masih tinggi. Sudah tiga showroom di Jl Veteran yang didatangi. “Sebenarnya banyak juga rental mobil, uangnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran. Tapi kalau ada mobil yang lebih murah dan harganya cocok di kantong, lebih baik beli saja,” ujarnya.
Di bagian lain, pemilik CV Claudia Mobil di kawasan Poligon, Superman Hidayat, juga merasakan sejak dua tahun terakhir penjualan mobil bekas lesu. Begitupun tahun ini penjualan pun tidak baik. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penjualan terbilang lumayan. “Memang banyak yang datang, tapi mereka masih tanya-tanya. Belum ada yang deal (beli, red),” singkatnya.

Kebanyakan, masih kata dia, mereka mencari mobil jenis Avanza dan Xenia. Tapi ada juga, yang cari Honda Jazz. Tahunnya bervariasi, tapi mayoritas 2012 hingga 2015. “Ada juga yang datang untuk digunakan taksi, baik travel maupun taksi online,” sebut dia.
Showroom lainnya di Jl Alamsyah Ratu Prawira Negara, beberapa calon pembeli silih berganti datang. Kendati demikian, jumlahnya tidak seramai akhir pekan. Mulai dari Jumat, Sabtu dan Minggu, menjadi hari-hari yang padat bagi pemilik showroom.
Ridwan, salah satu pegawai showroom, jika calon konsumen mencari mobil untuk dijadikan taksi online, biasanya mencari yang minimal tahun 2012. Disebutnya, seperti Toyota Avanza 2012, ditaksir mulai dari Rp130-145 jutaan.
“Harga jual mobil juga tergantung kondisi. Kalau bagus, bisa lebih mahal,”jelas Ridwan.
Hal senada diungkapkan Jefri, pedagang mobil bekas dari Alexandria Mobilindo di Jl Demang Lebar Daun. Saat dibincangi, ia mengungkapkan jika para calon pembeli ini juga berasal dari luar kota Palembang. “Biasanya memang mereka yang diluar kota datang di akhir pekan. Dari Prabumulih, OI, dan Banyuasin. Tapi pernah juga ada yang dari Baturaja dan Martapura, sengaja ke Palembang untuk beli mobil dibawa kesana, ”ujarnya.
Tak hanya keluarga, beberapa anak muda dan pengusaha juga cenderung mengupgrade mobil yang saat ini mereka kendarai dengan mobil baru. Untuk mencari tenaga yang lebih besar, atau juga sekadar model lain yang lebih menarik.
Seperti Honda Jazz RS ataupun Civic yang memang masih menjadi primadona dikawula muda kota Palembang. Sehingga di beberapa showroom, setidaknya menyisipkan satu atau dua unit mobil ini untuk meningkatkan penjualan.
Selama Ramadan ini, diakui tingkat kunjungan calon pembeli diakui memang lebih ramai dari biasanya. Namun, untuk keuntungan tahun ini, ia belum dapat memprediksi. “Semoga ramai dan banyak laku sampai nanti Lebaran,”cetusnya. (uni/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!