Pakai Baja, LRT Sungai Musi Butuh Treatment Khusus

Sebanyak 1.600 material rel LRT dengan berat 2,3 ton, sudah tiba di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa (16/5) malam. Foto: Evan Zumarli/Sumeks

PALEMBANG – “Pengerjaan LRT melebihi target hingga 7 persen,” papar Adi Wibowo, Direktur Operasional PT Waskita Karya. Namun untuk beberapa hal, terutama pengerjaan di Sungai Musi, masih dikebut pengerjaannya. Mengingat titik ini memang perlu treatment khusus.

Disebutkannya, pengerjaan Sungai Musi ini ada delapan tiang (P1 hingga P8 dari hilir ke hulu). “Saat ini sudah lima terpasang, tinggal tiga tiang lagi untuk yang tepat di tengah Sungai Musi,” urainya.

Khusus tiang LRT di Sungai Musi, dipasang tiang pelindung atau fider sebanyak 46 meter, dengan 11 fender dan 9 fondasi. Jarak antara LRT dan Ampera, sekitar 9 meter.

Dijelaskan, untuk girder di Sungai Musi, menggunakan baja. Bukan balok (beton) seperti yang di darat. Sebab girder balok untuk pierhead dengan jarak maksimal 40 meter. ”Kalau girder di Sungai Musi ini panjangnya mencapai 60 meter hingga 70 meter, jadi pakai baja,” jelasnya.

Selain di Sungai Musi, sambung Adi, girder baja juga digunakan untuk jalur di tikungan atau perempatan. “Rencananya, pengerjaan sipil (fisik, red) di Sungai Musi ditargetkan selesai Oktober (2017, red),” ungkapnya.

Terkait dana pembangunan, disebutnya tidak ada masalah. Memang terjadi efisiensi anggaran LRT Palembang dari Rp12 triliun menjadi Rp10,5 triliun. Jadi, akan diefisiensikan pada passanger screen ground (PSG) atau alat balok pengaman di sekitar area LRT pada pintu masuk (akses masuk).

Baca Juga :  Finalis Dilatih Berjalan di Catwalk

“Ini tidak memengaruhi kualitas LRT sebab di negara maju, Malaysia contohnya, tidak menggunakan PSG,” tukasnya. (aja/yun/air/ren)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!