Partai Islam tak Mau Wajibkan Jilbab bagi Warga Belgia

"Kami tidak ingin mewajibkan jilbab bagi warga Belgia," kata politikus sekaligus anggota Dewan Kota Anderlecht, Redouane Ahrouch. (The Christian Science Monitor)

PARTAI Islam atau Islam Party beberapa bulan lalu melakukan kampanye di Belgia. Mereka sempat membeberkan sejumlah idenya meskipun tak semua diterima oleh warga Belgia.

“Kami tidak ingin mewajibkan jilbab bagi warga Belgia,” kata politikus sekaligus anggota Dewan Kota Anderlecht, Redouane Ahrouch. “Kami tidak ingin menentang Konstitusi Belgia. Bagi kami, ini tentang nilai-nilai agama kami,” tambahnya.

Partai Islam memiliki dua orang yang terpilih dalam pemilihan sebelumnya, satu di Anderlecht dan satu di Molenbeek.

Salah satu ide partai adalah memisahkan pria dan perempuan di angkutan umum, tetapi juga bahwa setiap daftar kandidat harus dipimpin oleh seorang pria.

“Gagasan bahwa seorang perempuan bisa berada di daftar, berada di luar pemahaman saya. Kecuali kami benar-benar tidak memiliki alternatif,” kata Ahrouch kepada La Dernière Heure.

Ahrouch mengatakan, aturan tentang transportasi umum dibuat karena dia sering mendengar perempuan mengeluh tentang pelecehan seksual di transportasi umum.

Berita itu diterima dengan kritik keras di Flanders. Bianca Debaets dari Partai Demokrat Kristen mengatakan, saran partai tersebut benar-benar mengejutkan dan sepenuhnya bertentangan dengan demokrasi dan kebebasan barat.

“Saya pikir itu bertentangan dengan konstitusi kita, tetapi juga terhadap Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia,” katanya. (iml/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!