PTSL Belum Capai Target, ini Kendalanya

Jakun Edi. foto: dian cahyani sumeks.co

PRABUMULIH – Mendekati akhir tahun 2018, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Prabumulih baru menerbitkan 2.711 sertifikat tanah dari target 5.200 penerbitan sertifikat program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

Kendati target penerbitan surat tanah belum tercapai 100 persen. Namun untuk target pengukuran tanah sebanyak 6.000 bidang sudah tercapai 100 persen. Hal itu diungkap Kepala BPN Prabumulih, Jakun Edi usai melakukan pelantikan PPAT (Pejabat Pembuat Akte Tanah) di BPN Kota Prabumulih, Kamis (20/12).

“Target pengukuran sudah 100 persen, namun target pembuatan sertifikat dari 5.200 realisasi 2.711 masih jauh karena beberapa kendalanya,” akunya.

Dirinya pun merinci, beberapa kendala belum tercapainya target penerbitan surat tanah seperti BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan) yang harus dibayarkan ke Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) Kota Prabumulih. Kemudian, masalah tanah yang dikavling, sedangkan pemilik kavlingan tidak mau menindaklanjuti untuk diteruskan jadi sertifikat karena tanah yang dijual kavlingan belum lunas dan juga surat-surat tanah banyak belum dilengkapi.

“Makanya kenapa target pengukuran tercapai sedangkan untuk penerbitan sertifikat belum tercapai, padahal untuk membuat sertifikat itu gratis di BPN,” sambungnya. (chy)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!