Pusat Bisnis Dibalut Destinasi Wisata

KAWASAN WISATA: Tak hanya pusat bisnis, kawasan Sudirman juga dimatngkan sebagai destinasi wisata dan jadi tempat santai. Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

Kota Palembang terus berbenah. Salah satu fokus penataan Pemkot Palembang yaitu kawasan Sudirman-Veteran. Tak hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga dibalut sebagai destinasi wisata.
——————————————————–
PENGEMBANGAN pedestrian Sudirman dan penataan parkir membuat kawasan Sudirman kini berubah. Konsep pusat bisnis, tak melulu semuanya harus tentang bisnis, yang sering kali buat tata ruangnya semrawut. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengaku kawasan Jalan Jend. Sudirman mulai berubah konsep.
Dari sebelumnya hanya menjadi pusat perdagangan terbesar di kota pempek, kini mulai dipoles dengan sentuhan destinasi pariwisata. “Ini sudah mulai kita terapkan sejak dibangunnya Sudirman Walk sepanjang Bundaran Air Mancur (BAM) sampai simpang RS Charitas,” jelasnya. Kemudian dibuatlah kawasan car free day dan pusat keramaian setiap weekend, terkoneksi dengan Culinery Night Lorong basah.
“Untuk mendukung wisata itu pun, kita menggugah pada pemilik toko yang jualan onderdir atau toko bangunan supaya ikut menunjang konsep ini. Atau hal-hal yang lebih representatif bagi pariwasata,” ungkapnya. Tapi ya tentu, ini butuh waktu. Mengingat pihaknya masih berbenturan dengan beberapa hal. Seperti beberapa pedangang sekitar tetap ingin mempertahankan jenis usaha dagangannya.
Sebenarnya, pihak Pemerintah Kota Palembang sendiri sudah memberikan imbauan dan jalan keluar agar konsep wisata Walk Sudirman berjalan. “Sudah kita tawarkan beberapa desain, misalnya mengubah toko jualan melalui camat-camat,” sebutnya. Tapi bukan berarti ini menutup toko para pedagang onderdil atau toko bangunan.
Namun hanya mengubah sedikit bentuk toko, yang semula berjualan di depan, diubah agak ke bagian belakang. Sedangkan untuk toko-toko di bagian depan diperuntukan jualan barang-barang yang menujang pariwisata. Seperti makanan, cafe-cafe, merchandise, souvenir, atau lain sebagainya. “Sayangnya, konsep ini, yang sepenuhnya belum berjalan sempurna. Sedangkan kita memaksakan pedagang berhenti, juga tk mungkin,” jelasnya.
Ada alternatif lain, pihaknya sendiri juga menawarkan pedagang melakukan alih fungsi wilayah perdagangan sparepart. Misalnya dibuatkan OTO Mall, sebuah kawasan pusat jualan sparepart dan otomotif di wilayah Jakabaring. “Ada 5 hektar lahan yang disiapkan, selain sirkuit mini untuk para pedagang otomotif tes drive atau lainnya,” ujarnya.
“Jadi nanti semuanya terintegrasi. Kami harapkan semuanya bisa sama-sama menguntungkan,” terangnya. Diakuinya, pihaknya juga mengupayakan perluasan Sudirman ke depan. Jika sebelumnya, sebatas hanya sekitaran depan Bank BNI, ke depan Sudirman Walk dibuat full dari BAM sampai simpang Charitas. Mulai dari penataan trotoarnya, hingga desain wilayah yang ditata lebih cantik. Tak menutup kemungkinan, untuk pengguna sepeda juga akan dibuatkan ke depan.
Hanya saja jalur khusus sepeda belum bisa diterapkan untuk wilayah Sudirman. “Ke depan mungkin hanya khusus sepanjang wilayah Kambang Iwak sampai jalan depan kantor Walikota,” terangnya. Untuk perparkiran, ada konsep membuat tiga kantong parkir besar di wilayah ini. Rencananya sekitaran wilayah Cinde dan eks lahan gedung Cineplax, sekitaran pasaraya JM. Diharapkan ini bisa menampung full kendaraan yang ingin parkir di wilayah Sudirman.
Walikota Palembang, Harnojoyo menambahkan kawasan Sudirman sudah dibangun pedestrian. Ke depan akan dikembangkan untuk mendukung pembangunan OTO Mall. “Sudirman-Veteran selama ini jadi tempat jualan mobil atau showroom mobil, sparepart dan lainnya. Karena itu, ini nanti akan kita akomodir di OTO mall,” sebutnya.
Untuk pengembangan OTO Mall ini ada beberapa alternatif lokasi. “Sudah kita tawarkan ke bebarapa investor, salah satu lokasi yang progres Jakabaring,” katanya. Dengan pengembangan Sudirman juga akan diikuti pengaturan parkir.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan mengatakan pengaturan parkir di Sudirman yakni penyediaan kantong parkir dan lokasi parkir. “Saat ini tempat parkir kita sudah ada Cineplex dan ke depan juga akan dibangun di Cinde,” katanya. Dia pun menegaskan, bahwa pengendara di larang parkir di badan jalan. (cj10/cj11/fad)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!