Sempat Gugup di Final, Ikut Ajang Lebih Tinggi

TERPILIH: Adelia Nur Fadhillah saat penobatan sebagai gadis Unsri 2018, akhir pekan lalu. Foto: nanda/Sumatera Ekspres

Cantik, energik, dan cerdas, begitulah Adelia Nur Fadilla. Berkat skill itu, dia berhasil memikat para juri. Dia terpilih sebagai Gadis Universitas Sriwijaya 2018, akhir pekan lalu. Bagaimana perjuangannya?

——————————————–
NANDA SAPUTRA – Palembang
——————————————–

PERSAINGAN memperebutkan predikat Bujang Gadis Universitas Sriwijaya (Unsri) 2018 memang cukup berat. Ada 200 kontestan yang mengikuti ajang bergengsi bagi mahasiswa Unsri ini. Tapi, Adelia mampu terpilih sebagai gadis Unsri.
Koran ini pun berkunjung ke kediamannya di Jl KH Wahid Hasyim, Lr Syailendra, 1 Ulu, Kertapati Palembang, kemarin siang (17/10). Dia menyambut dengan ramah sambil mempersilakan Sumatera Ekspres masuk. “Silakan masuk, Kak,” katanya sambil tersenyum.
Putri pertama pasangan Rosidi dan Desy Hikmah ini mengaku tak menyangka keinginannya ikut Bujang Gadis Unsri 2018 justru berbuah manis. “Kontestannya banyak, 200 perserta. Skill mereka bagus-bagus, banyak peserta, sepertinya lebih baik,” jelas gadis kelahiran 2001 ini.
Mahasiswa semester 1 jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri ini bahkan menyebut tak punya persiapan khusus mengikuti ajang ini. “Hanya dukungan keluarga, teman, saudara, dan kerabat menjadi penyemangat untuk terus maju dan membanggakan mereka,” sebutnya.
Jadi, saat sudah menjadi peserta, dia selalu termotivasi untuk terus mempersiapkan diri saat mengikuti tahapan seleksi. “Targetnya memang sampai terpilih sebagai Gadis Unsri. Alhamdulillah, ini terwujud,” tuturnya.
Dia bercerita, selama masa karantina setelah terpilih dalam 30 finalis (semifinal) dan 15 pasang finalis, banyak pelajaran dan pengetahuan yang tak didapat semasa kuliah atau sekolah. Pengalam inilah yang jadi modal utamanya bisa meraih kemenangan. “Banyak yang saya pelajari, mulai dari table manner, management time, public speaking, dan lainnya. Jadi, di masa karantina, selama kurang lebih satu minggu, kita mendapat kelas untuk menambah wawasan,” lugasnya.
Namun, dia mengaku, sempat gugup saat malam final di sesi opini. Karena pada sesi ini, pertanyaannya acak. “Jadi, memang harus siap dengan apa pun pertanyaan yang keluar dari juri,” sebut alumni SMA Negeri 3 ini. Untuk hilangkan kegugupan, dia pun punya trik khusus dengan berdoa agar pikirannya lebih tenang. Kemudian, tetap fokus pada pertanyaan juri dan jangan pernah berpikir yang lain saat mencoba menjawab pertanyaan juri. “Memang sebelumnya juga pernah ikut kegiatan modeling, dan itu bisa dijadikan pengalaman utama,” kata dia.
Ke depan, dia pun punya keinginan ikut ajang sama di kelas lebih tinggi lagi. “Hanya saja, yang saat ini, saya jalani dulu. Ini kan amanah yang harus diemban. Jadi, selepas tugas sebagai Gadis Unsri ini selesai, mungkin akan coba ajang lain. Mungkin Bujang Gadis Palembang atau di atasnya,” tuturnya. Meski ada niatan ke sana, tapi saat ini, ia fokus dulu menunaikan tanggung jawab sebagai Gadis Unsri. (*/fad/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!